Innova Tabrak Gardu Listrik Saat Subuh, Polisi Muda Tewas di Tempat, Usaha Warga Hancur

oleh
oleh
Mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi BE-1281-TP melaju tak terkendali hingga menghantam gardu listrik dan bangunan usaha cucian motor milik warga. Benturan keras membuat kendaraan ringsek parah dan menimbulkan kerusakan serius di sekitar lokasi.

Bandarlampung, Kabarlampung.co Suasana dini hari di Jalan ZA Pagar Alam, Kota Bandarlampung, mendadak mencekam. Sebuah mobil Toyota Innova yang ditumpangi dua anggota Polresta Bandarlampung dan dua wanita mengalami kecelakaan tunggal hebat, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden maut itu merenggut nyawa seorang anggota polisi muda di lokasi kejadian.

Mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi BE-1281-TP melaju tak terkendali hingga menghantam gardu listrik dan bangunan usaha cucian motor milik warga. Benturan keras membuat kendaraan ringsek parah dan menimbulkan kerusakan serius di sekitar lokasi.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Bripda Helmi Apriansyah. Sementara rekannya sesama anggota Polri, Bripda Wayan Dewa Pramudia, mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Dua penumpang wanita yang berstatus mahasiswa Universitas Malahayati, Dafa Putri dan Lia Febriani, dilaporkan mengalami luka ringan akibat kecelakaan tersebut.

Pemilik usaha cucian motor, Putra, mengaku tidak mengetahui detik-detik kejadian. Ia baru tiba di lokasi setelah kecelakaan terjadi dan mendapati usahanya dalam kondisi rusak parah.

“Saya datang sudah setelah kejadian. Mobil itu nabrak gardu listrik dan gazebo usaha cucian motor saya. Ada satu anggota polisi yang meninggal di tempat,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, Putra mengaku mengalami kerugian besar. Usaha yang menjadi sumber penghidupannya terpaksa berhenti beroperasi karena kerusakan yang cukup parah.

“Kerugiannya jelas banyak. Usaha ini nggak bisa jalan,” tuturnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, Putra menyatakan belum ada pihak keluarga korban maupun pihak terkait yang datang atau menghubunginya. Ia pun berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandarlampung untuk meminta pertanggungjawaban.

“Sampai sekarang belum ada yang datang atau menghubungi. Saya akan buat laporan karena kerugiannya besar,” pungkasnya.