Motor di Lampung Timur Masuk Irigasi Argoguruh, Satu Orang Tewas Tenggelam

oleh
oleh
Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan penuh kehati-hatian dan dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Yani, Kota Metro, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang tampak terpukul menerima kenyataan pahit tersebut.

Lampung Timur, Kabarlampung.co Suasana sunyi dini hari di kawasan Bendungan Argoguruh berubah menjadi tragedi. Seorang pria bernama Arifin (35) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di saluran irigasi Bendungan Argoguruh, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (7/1/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat korban melintas di Jalan Belimbing bersama seorang rekannya menggunakan sepeda motor. Diduga kehilangan kendali, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal.

Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Arifin terhempas ke dalam aliran irigasi yang gelap dan berarus, lalu menghilang dalam hitungan detik.

Kabar tenggelamnya korban segera menyebar. BPBD Kota Metro melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada pukul 08.05 WIB.

Tak berselang lama, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 09.02 WIB, tim SAR tiba dan segera melakukan penyisiran di tengah kondisi aliran air yang menyulitkan.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif bersama unsur SAR gabungan, menyusuri saluran irigasi dengan metode close grid, menembus dinginnya air dan sempitnya aliran. Harapan keluarga dan warga yang menunggu di sekitar lokasi bercampur dengan kecemasan, seiring waktu terus berjalan.

“Begitu menerima laporan, tim kami langsung bergerak cepat dan melakukan pencarian maksimal bersama unsur SAR lainnya,” ujar Santosa, Dantim Rescuer, mewakili Kepala Kantor SAR Lampung.

Sekitar pukul 09.43 WIB, setelah hampir satu jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar 100 meter dari titik awal kejadian. Namun takdir berkata lain, Arifin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Lokasi penemuan berada di koordinat 5°8’5” LS dan 105°21’2” BT.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan penuh kehati-hatian dan dibawa ke Rumah Sakit Ahmad Yani, Kota Metro, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang tampak terpukul menerima kenyataan pahit tersebut.

Operasi SAR pun resmi dihentikan setelah korban ditemukan. Unsur SAR gabungan yang terlibat antara lain Kantor SAR Lampung, Polsek Batang Hari, Babinsa Tanjung Agung, BPBD Kota Metro, BPBD Lampung Timur, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Metro, serta aparat pemerintah setempat.

Basarnas Lampung kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan bendungan dan saluran air, khususnya pada malam hingga dini hari, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali. (*)