Jenazah Praka Marinir Ari Kurniawan Tiba di Lampung Utara, Istri Hamil Tujuh Bulan Tak Kuasa Antar ke Liang Lahat

oleh
oleh
Wawi Ayah Almarhum Praka Marinir Ari Kurniawan sekuat tenaga menahan kesedihan menerima bendera dari penghormatan korban dipemakaman.

Lampung Utara, Kabarlampung.co Tangis duka pecah menyambut kepulangan Praka Marinir Ari Kurniawan, prajurit TNI Angkatan Laut dari Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir “Beruang Hitam”, yang gugur saat menjalankan tugas negara. Jenazah almarhum tiba di rumah duka di Desa Kalibening Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 12.52 WIB, setelah sebelumnya menjadi korban bencana tanah longsor di kawasan Cisarua, Jawa Barat.

Petir kesedihan seolah menyambar warga yang sejak siang telah memadati rumah orang tua almarhum. Balutan bendera Merah Putih yang menyelimuti peti jenazah menjadi simbol pengabdian terakhir sang prajurit muda kepada bangsa dan negara.

Usai diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga, jenazah Praka Ari Kurniawan langsung dimakamkan secara kedinasan militer di Tempat Pemakaman keluarga yang berada tak jauh dari rumah duka.

Isak tangis keluarga dan kerabat tak terbendung sepanjang prosesi pemakaman. Sang istri, Intan, yang tengah mengandung anak pertama mereka dengan usia kandungan sekitar tujuh bulan, tak sanggup mengantar kepergian suaminya hingga ke liang lahat. Kondisi emosional yang terpukul membuatnya harus bertahan di rumah duka, ditemani keluarga dekat.

Kepergian Praka Ari Kurniawan meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan mudah bergaul.

“Almarhum itu anaknya baik, sopan, dan gampang bergaul. Kami benar-benar kaget dan tidak percaya,” ujar Edi Susanto, salah seorang tetangga almarhum, saat ditemui di rumah duka.

Menurut Edi, Praka Ari Kurniawan belum lama ini sempat pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besarnya.

“Beberapa waktu lalu dia masih sempat datang ke rumah orang tuanya bersama rombongan keluarga istrinya. Makanya saat dengar kabar ini, kami semua seperti tidak percaya,” tambahnya.

Pria kelahiran 1999 itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Wawi dan Sumarpin, warga Jalan Way Tabuan, Desa Kalibening Raya, Abung Selatan, Lampung Utara. Duka keluarga kian mendalam, terlebih sang adik diketahui tengah menempuh pendidikan di Angkatan Laut, mengikuti jejak pengabdian kakaknya sebagai prajurit.

Sementara itu, Marno, kakak sepupu almarhum, mengaku tak memiliki firasat apa pun sebelum kabar duka itu datang.

“Tidak ada firasat sama sekali. Bahkan malam Jumat sebelum kejadian, almarhum masih sempat video call dengan orang tuanya,” ungkap Marno dengan suara bergetar.

Diketahui, proses pemakaman sempat mengalami penundaan. Awalnya, jenazah dijadwalkan tiba dan dimakamkan pada Selasa sore, namun kendala cuaca buruk menghambat proses penerbangan jenazah dari Jawa Barat menuju Lampung.

Gugurnya Praka Marinir Ari Kurniawan menambah daftar panjang prajurit TNI yang mengorbankan nyawa saat menjalankan tugas negara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun juga menjadi sumber kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa atas pengabdian yang tak tergantikan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.