Hujan Dua Jam, Bandarlampung Tenggelam: Ribuan Rumah Terendam

oleh
oleh
Dalam waktu singkat, air meluap dan menenggelamkan sejumlah kawasan permukiman serta melumpuhkan aktivitas warga di berbagai kecamatan.

Bandarlampung, Kabarlampung.co Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung selama lebih dari dua jam pada Jumat sore berubah menjadi bencana. Dalam waktu singkat, air meluap dan menenggelamkan sejumlah kawasan permukiman serta melumpuhkan aktivitas warga di berbagai kecamatan.

Hujan mulai turun sekitar pukul 14.10 WIB dan baru mereda pada pukul 16.17 WIB. Curah hujan yang tinggi membuat saluran air tak mampu menampung debit air. Akibatnya, banjir muncul hampir bersamaan di berbagai titik kota.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir melanda sejumlah wilayah seperti Sukarame, Telukbetung, Rajabasa, Kedamaian, Kedaton, Tanjung Senang hingga Tanjungkarang. Ribuan rumah warga dilaporkan terdampak dengan ketinggian air bervariasi mulai dari selutut hingga sepinggang orang dewasa.

Di Kecamatan Tanjung Senang, banjir merendam sejumlah titik penting, termasuk di depan kantor polisi dan sebuah minimarket. Air juga masuk ke rumah-rumah warga di Jalan M. Yunus, Perumahan Arinda serta Jalan Raja Tihang.

Lurah Tanjung Senang, Dedi Setyadi, menjelaskan banjir terjadi akibat tingginya debit hujan yang berbarengan dengan meluapnya aliran sungai di wilayah perbatasan Way Kandis.

Luapan air tersebut langsung mengalir ke jalan dan permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai sekitar satu lutut orang dewasa. Petugas dari kelurahan, kecamatan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah turun ke lokasi membantu warga yang melintas di Jalan Raflesia tepat di depan Polsek Tanjung Senang.

Situasi tak kalah parah terjadi di Kecamatan Sukarame. Kawasan Perumahan Indah Sejahtera 2 kembali terendam banjir akibat buruknya sistem drainase dan meluapnya air dari gorong-gorong yang melintasi area perumahan.

Air dengan cepat menggenangi jalan hingga halaman rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kekhawatiran banjir akan semakin parah jika tidak segera ditangani.

Tarwat Suhaimi, warga setempat, mengatakan banjir di kawasan itu hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur.

Menurutnya, saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air membuat air dengan cepat meluber dan menggenangi jalan serta mendekati rumah warga.

Derasnya hujan juga memicu kerusakan di sejumlah fasilitas. Tembok pagar SMA Negeri 16 Bandar Lampung dilaporkan ambruk setelah diterjang aliran air yang kuat. Air bahkan sempat menggenangi area sekolah hingga masuk ke ruang kelas.

Genangan juga terlihat di depan RSUD Abdul Moeloek yang membuat arus lalu lintas melambat. Sementara di Jalan Nunyai, Kecamatan Rajabasa, air dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga.

Hingga Jumat petang, genangan masih terlihat di sejumlah lokasi. Petugas terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak, sementara warga berharap pemerintah segera melakukan langkah serius memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus menjadi bencana rutin setiap kali hujan deras turun. (Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.