Sekura Lampung Barat Meriah, Tradisi Unik Pikat Wisatawan Saat Lebaran

oleh
oleh
Perayaan Sakura selama tujuh hari, di hari Idul Fitri sukses menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan di Lampung Barat.

Lampung Barat, Kabarlampung.co kemeriahan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Lampung Barat terasa begitu istimewa dengan digelarnya tradisi turun-temurun, Pesta Sekura, Jumat 27 Maret 2026.

Perayaan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai hari kedua hingga hari ketujuh Lebaran ini sukses menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan. Masyarakat dari berbagai usia tumpah ruah berkumpul, mengenakan kostum unik lengkap dengan topeng khas yang dihiasi beragam pernak-pernik tradisional.

Pesta Sekura bukan sekadar hiburan, melainkan ikon budaya khas Lampung Barat yang sarat makna. Dalam tradisi ini, terdapat dua karakter utama, yakni Sekura Betik dan Sekura Kamak. Sekura Betik tampil rapi, bersih, dan indah dipandang, sementara Sekura Kamak hadir dengan kostum nyentrik, terkesan semrawut bahkan menyeramkan, namun tetap mengundang tawa.

Kedua karakter ini berbaur di tengah keramaian, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan sebagai simbol sukacita menyambut hari kemenangan.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, Pesta Sekura juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Ramainya pengunjung membuat para pedagang kecil meraup keuntungan, mulai dari penjual makanan ringan hingga minuman segar yang laris diserbu pembeli.

Tradisi ini digelar secara bergantian di berbagai pekon di Lampung Barat, seperti Kecamatan Balik Bukit, Batu Brak, dan Belalau. Sementara puncak perayaan tahun ini berlangsung di Taman Kota Liwa, Kelurahan Pasar Liwa.

Selain parade topeng, kemeriahan juga ditandai dengan tradisi “Cakak Buah” atau panjat pinang berhadiah yang diikuti peserta bertopeng, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Kemeriahan budaya ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin dan jajaran Forkopimda.

Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan nyata dalam melestarikan adat dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Dalam suasana penuh keakraban, bupati tampak membaur bersama masyarakat yang mengenakan topeng Sekura, disambut antusias dan sorak sorai warga.

Salah satu pengunjung, Reka dan Fitri, mengaku sangat senang bisa menyaksikan langsung Pesta Sekura yang dinilai unik dan hanya ada di Lampung Barat. Keduanya berharap tradisi ini terus dilestarikan, terutama di kalangan generasi muda.(Lili)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.