Hari Ketiga, Dua Korban Tenggelam Way Umpu di Lampung Ditemukan

oleh
oleh
Proses evakuasi dua kobran tenggelam di Sungai Way Umpu, Kampung Segala Mider, Kabupaten Way Kanan, Lampung dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (28/3/2026).

Way Kanan, Kabarlampung.coetelah tiga hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua korban tenggelam di Sungai Way Umpu, Kampung Segala Mider, Kabupaten Way Kanan, Lampung dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (28/3/2026). Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan dihentikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Wadan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansah Putra, menjelaskan korban pertama, Hermawan (19), ditemukan sekitar pukul 10.40 WIB dalam kondisi mengambang sejauh kurang lebih 6,8 kilometer dari lokasi kejadian.

Berselang sekitar 10 menit, tim kembali menemukan korban kedua, Perijulianto (22), sekitar 200 meter dari titik penemuan korban pertama. Kedua jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat tiga warga tengah mencari ikan di pinggiran Sungai Way Umpu. Arus sungai yang deras tiba-tiba menyeret ketiganya. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya hilang dan dinyatakan tenggelam.

Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tulang Bawang, BPBD Way Kanan, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran menyeluruh hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Meski sempat terkendala jaringan komunikasi di lapangan, operasi berjalan lancar dengan dukungan peralatan seperti perahu karet, alat selam, dan aqua eye.

Feriansah Putra mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian hingga kedua korban berhasil ditemukan.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.

Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat arus deras dan cuaca tidak menentu, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.