Mesin Mati di Laut, 30 Penumpang Dievakuasi Dramatis di Teluk Semaka

oleh
oleh
Kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu terombang-ambing di tengah gelombang sebelum akhirnya seluruh penumpang dievakuasi secara dramatis ke kapal lain.

Tanggamus, Kabarlampung.co Kepanikan pecah di perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, setelah kapal motor penumpang KM Kurnia mendadak mati mesin di tengah pelayaran, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu terombang-ambing di tengah gelombang sebelum akhirnya seluruh penumpang dievakuasi secara dramatis ke kapal lain.

KM Kurnia diketahui melayani rute vital dari Pelabuhan Kotaagung menuju sejumlah wilayah pesisir seperti Teluk Brak, Karang Brak, Way Asahan, Tirom, Kaurgading, Martanda, Tampang Tua, Tampang Muda hingga Pulau Tabuan. Jalur laut ini menjadi urat nadi mobilitas warga yang selama ini belum didukung akses darat memadai.

Insiden bermula saat kapal melintas di perairan sekitar Pekon Way Nipah. Mesin tiba-tiba mati diduga akibat kerusakan pada baling-baling (propeller) yang mengalami kebocoran. Dalam hitungan menit, kapal kehilangan kendali dan terombang-ambing dihantam angin kencang serta gelombang tinggi.

Upaya perbaikan oleh anak buah kapal (ABK) tak membuahkan hasil. Situasi semakin genting hingga bantuan terpaksa diminta kembali dari kapal lain yang sempat berpapasan, KM Sumber Rejeki.

Evakuasi pun berlangsung penuh risiko di tengah laut terbuka. Penumpang harus berpindah kapal dalam kondisi gelombang kuat, dengan ancaman terjatuh ke laut atau terjepit di antara badan kapal.

Meski berlangsung menegangkan, seluruh sekitar 30 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat dan dibawa menuju Pelabuhan Pekon Kaurgading. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Insiden ini kembali menegaskan rapuhnya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap transportasi laut yang berisiko tinggi, terutama saat cuaca buruk atau gangguan teknis terjadi.

Warga pun kembali mendesak pemerintah agar tidak lagi menunda pembangunan akses jalan darat di wilayah pesisir Tanggamus. Harapan itu ditujukan mulai dari pemerintah daerah hingga pusat, agar keselamatan masyarakat tidak terus dipertaruhkan di laut.

Peristiwa ini menjadi alarm keras: tanpa infrastruktur darat yang layak, warga pesisir akan terus berada dalam bayang-bayang bahaya setiap kali melaut untuk sekadar berpindah tempat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.