
Metro, Kabarlampung.co – Tangis Vita Lestari (42) pecah usai memakamkan sang suami tercinta, Dedi Khristian Agung (40), Minggu (24/5/2026), di TPU Mulyojati. Dengan suara bergetar, ia menceritakan detik-detik sebelum suaminya tewas ditembak orang tak dikenal di Jalan Khairbras, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung.
Menurut Vita, sebelum penembakan terjadi, korban sempat terlibat cekcok mulut dengan pelaku di pinggir jalan. Situasi memanas hingga pelaku diduga hendak memukul korban. Namun, Dedi berusaha menghindar dan sempat membalas hingga mengenai wajah pelaku.
“Suami saya sempat menghindar waktu mau dipukul. Setelah itu pelaku malah balik arah mengambil senjata api,” ujar Vita sambil menahan tangis.
Tak lama kemudian, suara letusan terdengar memecah suasana malam. Dedi roboh bersimbah darah setelah terkena tembakan di bagian kepala. Korban sempat dilarikan warga ke rumah sakit, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Vita berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya atas perbuatan tersebut.
“Nyawa dibayar nyawa. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya karena tega mengambil nyawa suami saya,” katanya.
Kini, Vita harus membesarkan dua anak mereka yang masih kecil, masing-masing berusia 7 dan 4 tahun, tanpa sosok ayah.
“Anak-anak saya masih kecil. Sekarang saya harus berjuang sendiri,” ucapnya lirih.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dan menggegerkan warga sekitar.
Dalam video yang beredar, korban yang berkerja sebagai PNS terlihat tergeletak di tengah jalan sementara warga berusaha memberikan pertolongan sambil menunggu ambulans datang.
Dikutip dari media Tabikpun, kakak ipar korban bernama Muji mengatakan sebelum penembakan terjadi, korban sempat berselisih dengan seseorang yang diduga menagih tunggakan bank rentenir di depan Toko Happy Mart, Jalan Khairbras.
Menurut Muji, pertengkaran itu berujung perkelahian hingga ke tengah jalan. Saat situasi semakin panas, pelaku diduga mengeluarkan senjata api.
“Adik ipar saya sempat bilang, ‘tembak saja, tembak’. Setelah itu pelaku menembak korban dua kali dan satu kali lagi ke udara,” ujar Muji.
Usai melakukan penembakan, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam langsung kabur ke arah kawasan Intan Futsal.
Warga sekitar bernama Nandar mengaku mendengar dua hingga tiga kali suara letusan sebelum korban tersungkur.
“Korban biasanya bantu istrinya jualan ayam geprek malam hari. Sebelum ditembak memang sempat cekcok dulu,” katanya.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penembakan dengan memeriksa sejumlah saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara. (Sonny/Adi).









