
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Kabut asap mulai mengusik aktivitas warga Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Di tengah kualitas udara yang memburuk, ribuan warga dan pengguna jalan yang masih beraktivitas di luar rumah menjadi kelompok yang paling rentan terpapar.
Kondisi tersebut mendorong DPC PAN Katibung berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan UPTD Pasar Tanjungan turun langsung ke jalan, Senin (7/9/2026).
Bukan sekadar imbauan, mereka membagikan ribuan masker gratis sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak kondisi udara.
Aksi sosial bertajuk “PAN, Kesehatan, UPTD Pasar Tanjungan Peduli” itu menyasar sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan Pasar Tanjungan, Desa Pardasuka, Desa Rangai Tri Tunggal, Desa Tarahan, hingga sejumlah desa lainnya di Kecamatan Katibung.
Pembagian masker dilakukan terutama kepada pengendara sepeda motor dan warga yang harus beraktivitas di ruang terbuka.
DPC PAN Katibung, Mursalin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi udara tidak sehat.
“Kami ingin membantu masyarakat agar tetap terlindungi dari dampak buruk udara yang tidak sehat, terutama bagi mereka yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Mursalin.
Menurutnya, masker menjadi perlindungan sederhana namun penting bagi masyarakat yang tidak bisa menghindari aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, KUPT Puskesmas Rawat Inap Tanjung Agung, Windarti, menegaskan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, menjadi salah satu kelompok yang berisiko terpapar langsung kabut asap.
Karena itu, tenaga kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Mereka memilih “blusukan” ke jalan untuk memberikan perlindungan sekaligus pemeriksaan kesehatan secara langsung.
Selain pembagian masker, warga juga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu mendeteksi lebih dini keluhan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan udara yang buruk, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi kabut asap.
Windarti mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.
“Semoga masker yang kami bagikan ini bermanfaat. Yang paling penting, mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan saling mengingatkan di tengah situasi seperti sekarang,” ujarnya.
Aksi kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa persoalan kualitas udara di Katibung mulai membutuhkan perhatian serius. Ketika kabut asap tak kunjung bersahabat, perlindungan terhadap warga tak cukup hanya dengan imbauan, tetapi harus diikuti aksi nyata di lapangan. (Aceng/Gelly)








