
Bakauheni, Kabarlampung.co – Cuaca ekstrem kembali melanda perairan Selat Sunda dan mengguncang jalur vital penyeberangan Bakauheni–Merak. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat membuat kapal terombang-ambing hebat, hingga menyebabkan truk terbalik dan kendaraan saling menghantam di dalam lambung kapal.
Aktivitas penyeberangan antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung) dan Pelabuhan Merak (Banten) terganggu serius. Tinggi gelombang laut dilaporkan mencapai dua meter, disertai angin barat berkecepatan hingga 25 knot, membuat sejumlah kapal kesulitan bermanuver dan bersandar di dermaga.
<Dua kapal yang terdampak langsung adalah Kapal Motor Penumpang (KMP) Risel rute Merak–Bakauheni dan KMP Dorothy rute Bakauheni–Merak. Kedua kapal dilaporkan sempat terombang-ambing cukup lama akibat hantaman ombak tinggi.
Akibat kondisi ekstrem tersebut, sejumlah kendaraan truk di dalam kapal bergoyang hebat, bersenggolan, bahkan satu unit truk dilaporkan terbalik di dalam lambung kapal. Peristiwa ini memicu kepanikan penumpang serta awak kapal.
Berdasarkan berita acara dari pihak kapal, saat kejadian perairan Selat Sunda diguyur hujan intensitas sedang, disertai kabut tebal dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran. Namun, aktivitas penyeberangan tetap berlangsung.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerugian material dan kembali menyoroti aspek keselamatan pelayaran, standar kelayakan kapal, serta pengambilan keputusan otoritas pelabuhan saat cuaca ekstrem.
Saat ini, kedua kapal masih dalam penanganan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni, Lampung, untuk pemeriksaan teknis dan investigasi lanjutan. (*)