
Bakauheni, Kabarlampung.co – Detik-detik mencekam terjadi di perairan Selat Sunda, Senin (26/1/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Amarisa milik PT Alhadii Lampung Berjaya nyaris dilalap api saat tengah mengangkut penumpang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.
Kapal baru berlayar sekitar 30 menit setelah bertolak dari Dermaga 3 Bakauheni pada pukul 09.25 WIB. Namun ketenangan perjalanan mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api tiba-tiba muncul di Deck A sebelah kiri kapal sekitar pukul 09.55 WIB.
Tiupan angin laut yang kencang, mencapai 20 knot, membuat api cepat membesar dan merambat. Asap hitam tebal mengepul, memicu kepanikan luar biasa di antara para penumpang.
Sebagian penumpang langsung berhamburan mengenakan jaket keselamatan. Ada pula yang terdengar melantunkan selawat dan doa, berharap kapal selamat dari kebakaran hebat di tengah laut.
“Orang-orang langsung panik, ada yang teriak kebakaran, ada yang pakai pelampung sambil menangis,” ujar salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan berita acara kronologis pihak kapal, api diduga berasal dari puntung rokok yang masih menyala di dalam tong sampah. Api kemudian merembet cepat hingga membakar tangga darurat sekoci.
Beruntung, Anak Buah Kapal (ABK) bergerak sigap. Dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mereka berjuang memadamkan api secara manual. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga api benar-benar berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kapal berhasil dievakuasi dengan aman ke Dermaga 3 Pelabuhan Merak sekitar pukul 11.44 WIB.
“Kapal sudah sandar dengan aman di Dermaga 3 Pelabuhan Merak pada pukul 11.44 WIB,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, dalam keterangan resminya.
Saat ini, KMP Amarisa berada di area labuh (anchor) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh pihak regulator guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
ASDP terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung proses investigasi, sekaligus memastikan standar keselamatan dan keamanan tetap terjaga.
Pihak ASDP juga mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar mematuhi aturan keselamatan di atas kapal, tidak melakukan aktivitas berisiko seperti merokok sembarangan, serta selalu mengikuti arahan awak kapal demi keamanan bersama selama pelayaran. (*)









