Gugur Tertimpa Longsor, Prajurit Marinir Asal Natar Dipulangkan dalam Suasana Duka Mendalam

oleh
oleh
Gugur Tertimpa Longsor, Prajurit Marinir Asal Natar Dipulangkan dalam Suasana Duka Mendalam.
Ayah korban, Johariyanto, memberi cium terakhir di foto peristirahatan terakhir anaknya Kopda Marinir Randa Pratama (30), prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur tertimpa longsor.

Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Duka mendalam menyelimuti Dusun Sumbersari I Mandah, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (1/2/2026).

Ratusan warga memadati rumah duka Kopda Marinir Randa Pratama (30), prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur tertimpa longsor saat menjalankan tugas negara di Cisarua, Jawa Barat.

Bendera kuning berkibar di depan rumah korban. Tenda terpal didirikan untuk menampung para pelayat yang datang silih berganti menyampaikan belasungkawa. Karangan bunga ucapan duka cita berjajar di sekitar rumah keluarga almarhum.

Ayah korban, Johariyanto, tampak duduk terpaku di depan rumah, didampingi sejumlah prajurit Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa (Brigif 4 Marinir). Wajahnya terlihat lelah dan penuh kesedihan saat menyambut para pelayat yang terus berdatangan.

Isak tangis keluarga berpadu dengan lantunan doa dan salawat yang terdengar dari dalam rumah duka.

Almarhum merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Johariyanto dan Mardalena. Ia meninggalkan seorang istri, Gita Alvia Sufaat (31), serta seorang anak yang masih berusia delapan bulan.

Sejumlah pejabat militer turut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Kasi Dalka Brigif 4 Marinir Mayor Marinir Sugiyono serta Kasi PAM Intel Brigif Mayor Marinir Rizaldi.

Kopda Marinir Randa Pratama gugur saat mengikuti Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 bersama 23 prajurit Yonif 9 Marinir di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hujan deras yang mengguyur kawasan latihan sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026) memicu longsor besar yang menimpa lokasi para prajurit beraktivitas. Longsoran tanah itu merenggut nyawa almarhum saat sedang bertugas.

Kepergian prajurit muda tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, masyarakat Natar, serta Korps Marinir TNI AL.

Di mata warga, almarhum dikenal ramah, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi sebagai abdi negara.

Hingga Minggu siang, rumah duka masih dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan yang datang untuk memberikan doa terakhir bagi prajurit yang gugur dalam tugas tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.