
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Provinsi Lampung kembali kehilangan salah satu pilar penting dalam sejarah pers daerah. Jurnalis senior sekaligus pendiri dan pimpinan Lampung TV, H. Syamsul Bahri Nasution, berpulang ke rahmatullah pada Minggu (15/2/2026) pukul 22.30 WIB di RS Urip Sumoharjo.
Kepergian sosok yang akrab disapa BS atau Bang Syamsul ini bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh insan pers di Lampung. Ia adalah guru, konseptor, sekaligus arsitek mentalitas jurnalistik yang berintegritas.
Jejak Panjang di Dunia Pers
Lahir di Penyabungan, Sumatera Utara, 2 Juni 1961, Syamsul B. Nasution tumbuh dengan karakter kuat dan daya kreasi tinggi. Separuh lebih hidupnya diabdikan untuk membangun tradisi jurnalistik yang bermartabat di Lampung.
Namanya menguat ketika ia menjadi bagian dari tim yang dikirim Surya Persindo Group untuk membenahi Lampung Post menjelang tahun 2000.
Tugasnya tidak sederhana. Ia bukan hanya memperindah tampilan surat kabar, tetapi juga membangun ulang mentalitas ruang redaksi. Tulisan diasah hingga ke titik koma. Perwajahan ditata ulang agar artistik dan modern. Rubrikasi diperkuat. Standar profesionalisme ditegakkan. Baginya, jurnalisme adalah martabat.
Wartawan muda direkrut dari berbagai kampus, ditempa dengan disiplin tinggi, dan didorong untuk hidup layak dari profesinya. Ia ingin wartawan berdiri tegak dan tidak mudah goyah oleh tekanan.
Di balik perkembangan signifikan Lampung Post kala itu, tersimpan jejak pemikiran dan tangan dinginnya, termasuk dalam merancang konsep pengembangan media secara menyeluruh.
Mendirikan Media Baru, Menanam Mentalitas
Menjelang era Reformasi, ia bersama sebagian besar tim redaksi memilih mendirikan media baru: Trans Sumatera. Dengan formasi solid dan semangat pembaruan, koran ini tampil segar, lugas, dan berani. Dalam waktu singkat, namanya mencuri perhatian publik.
Namun tingginya biaya produksi media cetak saat itu memaksa langkah mereka terhenti. Sebagian timnya menyebar ke berbagai profesi, tetapi satu hal yang tetap melekat adalah mentalitas dan standar kerja yang telah ia tanamkan. Bagi Syamsul, berhenti bukan pilihan.
Pelopor Media Digital di Lampung
Saat gelombang digital mulai datang, ia termasuk yang lebih dulu membaca arah zaman. Ia merintis media online yang menjadi pionir di Lampung, sebelum akhirnya memimpin televisi swasta lokal (LTV) dan mengembangkan Lampung TV ke ranah digital melalui platform YouTube.
Di tengah meredupnya banyak media cetak dan televisi lokal, Lampung TV justru sempat meraih jutaan pelanggan di kanal digitalnya. Kreativitasnya terus menyala, beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan idealisme.
Di ruang redaksi, ia dikenal tegas dan berprinsip. Di tengah rekan sejawat, ia sahabat seperjuangan. Di lingkungan keluarga, ia adalah ayah dan kepala keluarga yang penuh tanggung jawab.
Peristirahatan Terakhir Sang Pejuang Informasi
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Perwira 3, Rajabasa, dan dimakamkan pada Senin (16/2/2026) di TPU Beringin Raya Kemiling, Kota Bandarlampung.
Kini, tanah Lampung menjadi rumah keabadian bagi “Sang Mentor dan Konseptor” pers daerah itu. Warisannya bukan hanya media yang pernah ia bangun, tetapi juga generasi wartawan yang ditempanya dengan disiplin, rasa, dan integritas.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Lampung kehilangan seorang guru besar jurnalisme daerah. Namun semangat dan jejaknya akan terus hidup dalam setiap karya yang lahir dari murid-muridnya.(Adi)








