
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), KONI Lampung Utara tancap gas mematangkan persiapan. Melalui rapat koordinasi strategis yang digelar di kediaman Ketua Umum Ansori Sabak, Selasa (24/2/2026), pengurus menegaskan komitmen menghadirkan atlet berdaya saing sekaligus memperkuat sistem pembinaan dari tingkat desa.
Rakor yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum konsolidasi menjelang verifikasi faktual dari KONI Provinsi Lampung. Verifikasi tersebut menjadi tahap krusial untuk memastikan kesiapan organisasi, atlet, pelatih, hingga sarana prasarana sebelum turun di Pekan Olahraga Provinsi.
Ansori menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh cabang olahraga (cabor) berada dalam kondisi siap bertanding. Hingga kini, borang administrasi telah rampung untuk 22 dari total 32 cabor yang akan dikirim, mulai dari atletik, karate, pencak silat, renang, tinju, hingga cabang modern seperti dancesport dan korfball.
“Verifikasi faktual ini penting agar data yang kita laporkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kalau administrasi kuat, persiapan teknis juga akan lebih terarah,” ujarnya.
Edukasi: Mengapa Verifikasi Cabor Penting?
Secara manajerial olahraga, verifikasi bukan hanya soal dokumen. Tahapan ini berfungsi:
• Memastikan keabsahan atlet dan pelatih.
• Mengukur kesiapan fasilitas latihan.
• Menghindari kendala teknis saat kompetisi berlangsung.
• Menjamin transparansi pembinaan olahraga daerah.
Dengan sistem verifikasi yang baik, daerah memiliki peluang lebih besar meraih prestasi karena persiapan dilakukan berbasis data nyata, bukan sekadar target.
Jemput Bakat dari Desa
Sementara itu, Ketua Harian KONI, Sauki Taruna Jaya, menyoroti pentingnya memperluas pembinaan hingga tingkat kecamatan melalui pembentukan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) di 23 wilayah.
Menurutnya, banyak atlet potensial di desa belum terpantau karena keterbatasan jaringan organisasi. Kehadiran KOK diharapkan menjadi “mata dan telinga” KONI untuk menjaring bibit unggul sejak dini.
“Kita ingin potensi atlet desa tidak lagi terlewat. Dengan jaringan sampai kecamatan, pembinaan bisa lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.
KOK nantinya bertugas memantau perkembangan olahraga di wilayah masing-masing, mengidentifikasi atlet potensial, serta melaporkan untuk diproyeksikan ke tingkat kabupaten.
Struktur Baru untuk Prestasi
Dalam rakor tersebut juga diumumkan penguatan struktur organisasi melalui penunjukan lima wakil ketua yang akan membidangi cabor secara khusus. Langkah ini bertujuan agar setiap cabor mendapat pendampingan dan evaluasi lebih intensif.
Dengan percepatan administrasi, penguatan jaringan desa, serta struktur organisasi baru, KONI optimistis Lampung Utara mampu meningkatkan perolehan medali sekaligus memperkuat reputasi sebagai lumbung atlet berbakat di Provinsi Lampung.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat, mempererat solidaritas pengurus menjelang perjuangan di arena Porprov.(Adi/Ridho)








