
Lampung Timur, Kabarlampung.co – Sebuah permainan kartu di pos siskamling Desa Negara Batin berubah menjadi ladang pembantaian. Hanya karena dipicu ejekan sepele saat dihukum jongkok, GU (20) tega menghujamkan timah panas ke tubuh rekan jaganya sendiri hingga tewas.
Selasa malam (10/3/2026), suasana tenang di Kecamatan Jabung pecah. Korban berinisial H (36) yang sedang asyik bermain kartu bersama rekan-rekannya tak menyangka ajal mengintai dari balik pinggang sahabatnya. Candaan yang melampaui batas dan hukuman jongkok bagi yang kalah memicu api amarah di hati GU.
Tanpa basa-basi, GU mencabut senjata api rakitan yang dibawanya dan melepaskan dua tembakan jarak dekat. H tersungkur bersimbah darah. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya terenggut sebelum sempat mendapat pertolongan medis.
Usai mengeksekusi rekannya, GU sempat mencoba menghilang dalam kegelapan malam. Namun, kepungan persuasif dari Satreskrim Polres Lampung Timur yang mendekati pihak keluarga dan tokoh masyarakat mempersempit ruang geraknya.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Boyoh, mengonfirmasi bahwa pelaku akhirnya menyerahkan diri pada Rabu pagi (11/3/2026), dengan kawalan keluarga dan Kepala Desa Negara Batin, Mansyur Syah, mengatakan petugas berhasil menyita satu pucuk senjata api rakitan yang menjadi saksi bisu kekejaman GU. Kini, pemuda 20 tahun tersebut harus menukar masa mudanya dengan jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan nyawa yang ia cabut secara brutal.
Meski situasi di Jabung dinyatakan kondusif oleh pihak kepolisian, tragedi ini menjadi pengingat kelam betapa murahnya harga sebuah nyawa di tangan emosi yang meledak.(Farid)









