
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Di tengah hangatnya suasana Idulfitri 1447 Hijriah, saat jutaan orang berkumpul bersama keluarga, ada kisah sunyi pengabdian dari balik jeruji Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung.
Para petugas pemasyarakatan tetap siaga penuh, mengesampingkan tradisi mudik demi memastikan keamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang membesuk keluarga mereka di dalam lapas.
Salah satu di antaranya adalah Riskhi Setiono, petugas Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan. Pria asal Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta ini telah 10 tahun berturut-turut melewati momen Lebaran tanpa pulang kampung.
Tahun ini pun tak berbeda. Ia kembali harus bertugas hingga H+7 Lebaran, menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Rindu pada keluarga tak bisa dihindari. Namun, Riskhi memilih tetap teguh menjalankan tanggung jawab. Di sela tugas, ia hanya bisa melepas kangen melalui panggilan video dengan orang tua di kampung halaman.
Baginya, pengorbanan ini adalah bagian dari konsekuensi profesi. Ia menjalaninya dengan ikhlas, bahkan memaknai tugas di hari raya sebagai ladang pahala.
Di saat banyak orang merayakan kemenangan bersama keluarga, Riskhi justru memastikan orang lain tetap bisa merasakan hangatnya kebersamaan, meski dari balik jeruji.
Kisah ini menjadi potret dedikasi para petugas pemasyarakatan yang rela menunda kebahagiaan pribadi demi menjaga pelayanan publik tetap berjalan aman dan tertib selama libur Lebaran. (*)









