
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Suasana malam di kawasan Pemandangan, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, berubah mencekam. Seorang muncikari bernama Nurma (41) ditemukan tewas bersimbah darah usai dianiaya dua pria yang diduga merupakan pelanggannya, Selasa (31/3/2026) dini hari.
Tragedi berdarah itu bermula ketika dua pria mendatangi kafe karaoke milik korban. Mereka memesan dua pemandu lagu (PL) untuk menemani berkaraoke, sekaligus diduga meminta layanan seksual.
Namun transaksi yang seharusnya berakhir “damai” justru berubah menjadi pertikaian panas. Setelah kesepakatan terjadi, kedua pria itu terlibat cekcok dengan Nurma terkait tarif pembayaran.
Ketegangan meningkat, emosi memuncak. Diduga dalam pengaruh minuman keras, salah satu pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan langsung menyerang korban tanpa ampun.
Nurma tersungkur di depan lokasi usahanya. Tubuhnya bersimbah darah, nyawanya tak tertolong.
Tak berhenti di situ, amukan pelaku juga menyasar salah satu anak buah korban, Dian Anggaraini. Korban mengalami luka sabetan di bagian wajah dan tangan. Saat ini Dian masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Polisi dari Polsek Panjang bersama Satreskrim Polresta Bandarlampung langsung mendatangi TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta memasang garis polisi. Sejumlah barang bukti turut diamankan guna kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, jasad Nurma dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengejaran intensif terhadap dua pelaku yang identitasnya masih didalami. (Puji)







