
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan tren positif, namun belum mampu mengangkat posisi daerah ini dari peringkat atas pengangguran di Provinsi Lampung.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung Selatan tercatat sebesar 4,67 persen. Angka ini memang mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, namun masih lebih tinggi dari rata-rata provinsi yang berada di angka 4,21 persen.
Posisi Lampung Selatan pun masih bertahan di peringkat ketiga tertinggi, di bawah Kota Bandar Lampung dengan 7,53 persen dan Lampung Utara sebesar 5,78 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan yang terjadi belum cukup signifikan untuk keluar dari tekanan pengangguran tinggi di Bumi Ruwa Jurai.
Jika ditarik ke belakang, tren penurunan terlihat konsisten. Pada 2023, TPT berada di angka 4,95 persen, turun menjadi 4,84 persen di 2024, dan kembali menyusut menjadi 4,67 persen pada 2025. Meski demikian, laju penurunan dinilai masih lambat dibanding kebutuhan riil di lapangan.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Lampung Selatan, Suryono, mengungkapkan persoalan utama terletak pada ketimpangan antara pertumbuhan jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Selain itu, ketidaksesuaian kompetensi atau mismatch menjadi masalah krusial. Banyak lulusan sekolah yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, sehingga sulit terserap di dunia kerja.
Data Disnakertrans mencatat, mayoritas pengangguran berasal dari lulusan SMA dan SMK. Hingga saat ini, sebanyak 1.953 pencari kerja tercatat melalui pembuatan kartu kuning.
Meski tren penurunan memberi harapan, kondisi ini dinilai masih memerlukan langkah serius. Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap bersaing di pasar kerja. (Gelly)








