
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah daerah mendorong puluhan warga Dusun Pekon Tengah dan Dusun Sinar Bekasi, Desa Babatan, mengambil langkah nyata. Tanpa menunggu bantuan, warga turun tangan memperbaiki ruas jalan kabupaten yang telah bertahun-tahun rusak parah.
Jalan penghubung utama antar-desa itu selama ini dikeluhkan karena kerap memicu kecelakaan, terutama saat tergenang air di musim hujan. Minimnya realisasi perbaikan dari pemerintah membuat sekitar 50 warga berinisiatif menggalang dana, mengumpulkan material, dan bekerja secara gotong royong.
Kepala Dusun Pekon Tengah, Sukirman, mengapresiasi solidaritas warga dan para
donatur yang menyumbangkan semen, batu, serta pasir. Perbaikan ini dilakukan karena warga tak ingin lagi menggantungkan harapan pada janji yang tak kunjung terwujud.
Dukungan Kepala Desa Babatan juga turut memperkuat semangat masyarakat dalam memperbaiki akses vital tersebut.
Ketua RT setempat, Iskadi, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar gotong royong, melainkan pesan tegas kepada pemerintah daerah. Menurutnya, ketika warga harus membangun infrastruktur dengan biaya sendiri, itu menjadi tanda bahwa kepercayaan publik sedang diuji.
Aksi swadaya ini kini menjadi simbol kemandirian sekaligus kritik terbuka atas lambannya pembangunan. Warga berharap langkah ini mampu menggugah pemerintah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, karena menunggu bukan lagi pilihan.(Gelly)









