
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Peristiwa tragis terjadi di Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya hilang saat mencari ikan dengan cara menyelam.
Korban diketahui bernama Aminudin (47), petani asal Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu pagi (6/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, setelah dua hari dilakukan pencarian intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Senin (4/5/2026).
Saat itu korban pergi mencari ikan di perairan Bendungan Way Rarem, tepatnya di wilayah Pulau Gadung, Desa Pekurun Selatan, Kecamatan Abung Tengah, dengan metode menyelam dan memanah ikan secara manual.
Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke permukaan. Warga yang curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Personel Polsek Abung Tengah bersama warga langsung melakukan pencarian di lokasi. Upaya pencarian terus berlanjut hingga Selasa (5/5/2026) dengan melibatkan tim BPBD Kabupaten Lampung Utara, namun korban belum juga ditemukan.
Baru pada hari ketiga, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah korban ditemukan, petugas bersama warga langsung melakukan evakuasi.
“Setelah menerima informasi penemuan korban, petugas bersama masyarakat segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Puskesmas Abung Tengah untuk dilakukan visum luar,” ujar IPTU Herawati.
Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki autopsi,” jelasnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama dengan metode menyelam tanpa perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutup IPTU Herawati. (Red)







