Ratusan Motor Curian Disita, Kejahatan Lampung Mengkhawatirkan

oleh
oleh
Pengungkapan tersebut diumumkan langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Siger Lounge Mapolda Lampung, Selasa (2/6/2026).

Lampung, Kabarlampung.co Keberhasilan Polda Lampung membekuk 95 pelaku kejahatan konvensional dalam operasi besar-besaran justru menjadi alarm keras bahwa kejahatan jalanan di Provinsi Lampung masih berada pada level yang mengkhawatirkan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Satreskrim Polres dan Polresta jajaran berhasil menangkap 95 pelaku kasus Curat, Curas, dan Curanmor (C3) yang beraksi di berbagai wilayah Lampung.

Pengungkapan tersebut diumumkan langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Siger Lounge Mapolda Lampung, Selasa (2/6/2026).

Ratusan sepeda motor hasil curian berjejer memenuhi halaman Mapolda Lampung. Deretan barang bukti itu menjadi gambaran nyata besarnya aktivitas kejahatan yang selama ini menghantui masyarakat. Meski para tersangka tidak dihadirkan, jumlah barang bukti yang dipamerkan menunjukkan luasnya jaringan dan tingginya intensitas aksi kriminal yang terjadi.

Selain kendaraan roda dua, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berbahaya, mulai dari senjata api rakitan beserta amunisi, berbagai jenis senjata tajam, kunci letter T dan alat pembobol kendaraan, hingga satu granat aktif yang ditemukan dari lokasi persembunyian pelaku.

Temuan granat aktif tersebut menambah kekhawatiran publik karena menunjukkan sebagian pelaku tidak hanya melakukan pencurian, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat dan aparat penegak hukum.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan C3 akan terus menjadi prioritas kepolisian, terutama terhadap kelompok curanmor yang kerap beraksi secara brutal dan meresahkan warga.

“Pengungkapan skala besar ini merupakan komitmen kami dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Melalui operasi ini, kami berharap bisa memberikan efek jera yang kuat bagi para pelaku sekaligus mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat,” kata Helfi.

Meski demikian, banyaknya pelaku yang ditangkap dalam satu operasi juga menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan. Penindakan hukum dinilai penting, namun upaya pencegahan, pengawasan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu berjalan beriringan agar kejahatan serupa tidak terus berulang.

Saat ini seluruh tersangka telah ditahan di masing-masing polres jajaran dan akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (Puji/Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.