
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Meningkatnya kasus kebakaran di Kota Bandarlampung menjadi perhatian serius Wali Kota Eva Dwiana, mengimbau masyarakat lebih disiplin dalam menggunakan instalasi listrik, salah satunya dengan mencabut saklar atau mematikan aliran listrik pada peralatan yang tidak digunakan guna mencegah korsleting.
Menurut Eva Dwiana, korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran rumah maupun bangunan di wilayah Bandar Lampung. Karena itu, langkah sederhana seperti mematikan saklar dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran.
“Kalau listrik tidak digunakan, saklar listrik dicabut saja. Karena itu salah satu yang menyebabkan kebakaran,” ujar Eva Dwiana, Senin (29/6/2026).
Pemkot Bandarlampung juga akan memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Wali Kota meminta camat dan lurah sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat wilayah untuk aktif mengedukasi warga mengenai potensi penyebab kebakaran serta pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik di rumah.
Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga peristiwa kebakaran yang merugikan harta benda bahkan mengancam keselamatan jiwa dapat diminimalkan.
Selain mengingatkan pentingnya pencegahan kebakaran, Pemerintah Kota Bandarlampung turut menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran maupun bencana alam. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp153,6 juta.
Bantuan diberikan langsung kepada keluarga terdampak. Warga Kota Bandarlampung menerima bantuan sebesar Rp20 juta per kepala keluarga, sedangkan warga di luar Kota Bandar Lampung memperoleh Rp10 juta.
“Saat ini kami memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan transportasi juga kami serahkan. Untuk warga di dalam kota kami berikan Rp20 juta, sedangkan warga luar Bandar Lampung sebesar Rp10 juta,” kata Eva Dwiana.
Sementara itu, bantuan bagi korban bencana alam disalurkan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan, dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta.
Eva Dwiana berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah warganya.
Berdasarkan data Pemkot Bandarlampung, sebanyak 46 warga menerima bantuan tersebut. Penerima berasal dari sejumlah kecamatan, yakni Kedamaian (7 orang), Bumi Waras (16), Kemiling (1), Enggal (1), Tanjungkarang Pusat (3), Tanjungkarang Barat (1), Langkapura (1), Way Halim (11), Telukbetung Selatan (3), dan Tanjungkarang Timur (2).
Dari total anggaran Rp153.600.000, bantuan tunai yang disalurkan mencapai Rp19 juta, sedangkan bantuan non-tunai sebesar Rp134,6 juta. (Ridho/Puji)








