
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Aksi nekat sepasang pelaku pencurian yang menyasar mahasiswi Universitas Lampung (Unila) terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Dengan modus berbagi peran untuk mengelabui korban, keduanya berhasil membawa kabur sebuah laptop berisi data skripsi hanya dalam hitungan detik. Korban yang berusaha mengejar bahkan terjatuh dan terseret di jalan.
Korban diketahui bernama Nurul Karomah (Omah), mahasiswi Jurusan Sosiologi Unila angkatan 2022. Peristiwa itu terjadi di sebuah tempat fotokopi di kawasan Jalan Prof. Sumantri Brojonegoro, Rajabasa, Bandarlampung, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, Omah singgah untuk mencetak dokumen skripsi sebelum masuk kuliah. Ia memarkir sepeda motornya di depan tempat fotokopi dan hanya meninggalkannya beberapa langkah.
“Parkirannya memang sepi, tapi orang yang lewat ramai. Saya cuma print tiga lembar sambil sesekali melihat ke arah motor,” ujar Omah, Kamis (16/7/2026).
Namun situasi itu rupanya sudah diincar pelaku. Sepasang pria dan wanita datang berboncengan menggunakan sepeda motor matic dengan wajah tertutup helm dan masker.
Pelaku perempuan kemudian turun, berpura-pura menjadi pelanggan dengan membeli kertas folio dan pulpen. Di saat bersamaan, ia sengaja berdiri di samping sepeda motor korban untuk menutupi pandangan. Sementara pelaku pria tetap bersiaga di atas sepeda motor.
“Saya kira mereka cuma ngobrol. Ternyata posisi badannya sengaja nutupin motor saya,” ungkap Omah.
Begitu korban lengah, pelaku pria dengan cepat mengambil tas berisi laptop dari sepeda motor. Saat Omah selesai mencetak dokumen, tasnya sudah berada di tangan pelaku yang langsung tancap gas.
Korban spontan mengejar sambil berteriak meminta pertolongan. Namun upaya itu berakhir nahas. Omah terjatuh hingga terseret di aspal dan mengalami luka lecet pada lutut serta pergelangan kaki kanan.
Laptop yang digondol pelaku merupakan Acer Aspire Lite 14 yang berisi data skripsi dan berbagai jurnal perkuliahan. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.
Awalnya Omah enggan melapor ke polisi karena sebagian besar dokumen penting telah tersimpan di telepon genggamnya. Namun sehari kemudian, anggota kepolisian mendatanginya di kampus dan meminta korban membuat laporan resmi.
Menurut Omah, penyidik menyampaikan bahwa pasangan pelaku diduga merupakan bagian dari komplotan pencuri yang telah lama menjadi target penyelidikan.
“Saya dipanggil pihak jurusan karena ada polisi yang mencari. Katanya pelaku sudah lama jadi incaran dan video kejadian saya sudah viral. Sore harinya saya langsung buat laporan,” tuturnya.
Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan aksi pencurian berlangsung sangat cepat dan terencana. Pelaku perempuan bertugas mengalihkan perhatian sekaligus menutup pandangan korban, sementara pelaku pria mengeksekusi pencurian sebelum keduanya melarikan diri.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan. Polisi memburu kedua pelaku yang diduga telah berulang kali menggunakan modus serupa dengan mengincar kendaraan mahasiswa di kawasan sekitar kampus. Video viral tersebut sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat tidak meninggalkan barang berharga di atas kendaraan, meski hanya beberapa saat. (Rls/Adi).










