
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lampung Utara mengalami lonjakan tajam sepanjang semester pertama 2026. Satlantas Polres Lampung Utara mencatat sebanyak 132 kasus kecelakaan terjadi selama Januari hingga Juni 2026, meningkat 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 78 kasus.
Kasat Lantas Polres Lampung Utara, AKP Foni Salimubun, Selasa (28/7/2026), menjelaskan meski jumlah korban meninggal dunia menurun, angka kecelakaan dan korban luka justru meningkat signifikan. Pada Januari–Juni 2026 tercatat 26 orang meninggal dunia, turun dari 30 korban pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, jumlah korban luka melonjak dari 120 orang menjadi 222 orang.
” Kerugian material akibat kecelakaan juga meningkat. Pada enam bulan pertama 2025, total kerugian mencapai sekitar Rp192,15 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 naik menjadi sekitar Rp248,3 juta.” Ujarnya.
Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan terdapat 153 kasus kecelakaan dengan total kerugian material sekitar Rp366 juta. Dalam periode tersebut, 51 orang meninggal dunia, 76 orang mengalami luka berat, dan 182 orang luka ringan.
Menurut AKP Foni, faktor penyebab kecelakaan yang paling dominan adalah kelalaian pengendara, baik orang dewasa maupun anak di bawah umur. Penyebabnya antara lain kurang fokus saat berkendara, mengantuk, menggunakan telepon genggam, hingga melanggar aturan lalu lintas.
” Sebagian besar kecelakaan terjadi di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera, dengan korban didominasi kalangan pelajar SMA. Selain itu, Satlantas mencatat tiga kecelakaan di perlintasan kereta api sepanjang 2026. Dua orang meninggal dunia dan satu orang selamat dalam kecelakaan.” Ucapnya.
Satlantas Polres Lampung Utara mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan.
Pengendara sepeda motor diwajibkan mengenakan helm berstandar SNI dan memiliki SIM sebagai bukti kelayakan mengemudikan kendaraan di jalan raya.
Lonjakan angka kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan, mengingat sebagian besar kecelakaan masih dipicu oleh kelalaian manusia yang sebenarnya dapat dicegah. (Adi/Ridho)









