
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Semangat warga Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, membenahi lingkungan melalui program Desa Helau justru berhadapan dengan persoalan mendasar: akses jalan yang masih rusak parah.
Saat meninjau Desa Helau, Sabtu (8/8/2026), Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengakui kondisi jalan menuju wilayah tersebut jauh dari layak.
Bahkan, Egi menyebut kondisi jalan secara terbuka. “30 persen rusak, 70 persen rusak banget,” ungkap Egi.
Ia mengaku baru mengetahui separah apa kondisi jalan tersebut setelah datang langsung ke lokasi.
“Saya kalau nggak ke sini, nggak ngerti kalau jalannya begitu,” katanya.
Egi meminta perbaikan jalan Baru Ranji menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, ia berdalih keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur harus dilakukan bertahap.
“Duitnya terbatas, saya harus bagi-bagi. Kebutuhannya banyak,” ujarnya.
Ironisnya, di tengah program penataan desa yang didorong melalui Desa Helau, persoalan jalan justru masih menjadi pekerjaan rumah besar. Warga diminta bergotong royong mempercantik lingkungan, sementara akses utama menuju kawasan tersebut masih menghadapi kerusakan serius.
Meski demikian, masyarakat tetap menunjukkan semangat gotong royong. Warga bahkan rela mengeluarkan swadaya untuk membenahi lingkungan, termasuk salah seorang warga yang mengaku menyumbang sekitar Rp10 juta.
Bagi pemerintah daerah, semangat warga tersebut menjadi modal penting. Namun bagi masyarakat, perbaikan wajah desa idealnya tidak berhenti pada lingkungan yang rapi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar seperti jalan yang layak dilalui.
Egi pun memastikan kondisi jalan Baru Ranji menjadi perhatian dan meminta agar perbaikannya dilakukan.
“Saya minta perbaiki jalan Desa Baru Ranji,” tegasnya.










