
Lampung Selatan, Kabarlampung.co — Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak terhadap sejumlah wilayah di Lampung Selatan. Namun, kondisi masyarakat di Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasah hingga Minggu (6/9/2026) tetap aman dan terkendali.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, berdasarkan laporan personel yang bertugas di Pulau Sebesi pada Minggu menjelang siang, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa meski sebelumnya terdampak abu vulkanik.
“Situasi aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa,” kata Deddy saat dikonfirmasi redaksi Kabarlampung.co.
Menurutnya, masyarakat Pulau Sebesi sudah cukup terbiasa menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kendati demikian, kewaspadaan tetap menjadi perhatian, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut.
Para nelayan masih melaut untuk mencari ikan, namun tetap menjaga jarak aman dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas ekonomi masyarakat juga tetap berlangsung. Salah seorang petani kelapa di Pulau Sebesi mengaku masih mendistribusikan hasil panennya kepada pedagang untuk dipasarkan.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas warga belum lumpuh. Perekonomian lokal tetap bergerak di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penyeberangan Bakauheni-Merak Tetap Normal
Sementara itu, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, juga masih berjalan normal meski abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak di sekitar kawasan pelabuhan.
Sebanyak 28 kapal masih beroperasi melayani lintasan Bakauheni-Merak, Banten. Jumlah perjalanan juga masih mendekati kondisi normal dengan hampir 100 trip tercatat.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, memastikan hingga Minggu pagi belum terjadi gangguan signifikan terhadap aktivitas pelayaran.
“Untuk penyeberangannya masih normal, tidak ada gangguan yang signifikan. Paling dampaknya terkait debu saja,” ujar Suratno.
Bandara Radin Inten II Tutup Sementara
Berbeda dengan jalur penyeberangan, aktivitas penerbangan di Bandara Radin Inten II Lampung mengalami penghentian sementara.
Manajemen Bandara Radin Inten II menutup operasional penerbangan dari dan menuju Lampung pada Minggu (6/9/2026).
Airport Operation, Services & Security Division Head Bandara Radin Inten II Lampung, Endro Hadi Saputra, mengatakan penutupan operasional dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional penerbangan terhadap kondisi abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya.
Warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta tidak panik dan memastikan setiap informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diperoleh dari sumber resmi dan terpercaya.
“Jangan panik, tetap waspada dan pastikan mencari informasi dari sumber yang terpercaya,” imbau Deddy. (Gelly/Adi)








