
Lampung Selatan, Kabarlampung.co — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap sejumlah sektor transportasi. Namun, hingga Senin (7/9/2026), layanan penyeberangan Merak – Bakauheni di Pelabuhan Bakauheni masih berjalan normal di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik.
Berdasarkan data operasional, sebanyak 28 kapal tetap disiagakan di sisi Bakauheni untuk melayani pengguna jasa. Pada Sabtu (5/9/2026), tercatat 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan diberangkatkan dari Pelabuhan Bakauheni.
Langkah antisipasi juga dilakukan dengan membagikan masker kepada kru kapal serta pengguna jasa yang beraktivitas di area pelabuhan, menyusul potensi paparan debu dan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pantauan di lapangan pada Senin (7/9/2026) menunjukkan aktivitas pelabuhan tetap berlangsung normal. Penumpang juga mengaku tidak mengalami gangguan berarti selama perjalanan.
Suyoto, salah seorang penumpang asal Lampung yang hendak menuju Cianjur, mengatakan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni berlangsung lancar.
“Suasananya aman-aman saja dan tidak ada kekhawatiran. Perjalanan darat hingga ke pelabuhan juga lancar, serta abu vulkanik tidak mengganggu perjalanan kami,” ujar Suyoto.
Hal senada disampaikan Dalia, penumpang asal Kedaton. Ia memilih jalur laut setelah mengetahui adanya gangguan terhadap penerbangan akibat abu vulkanik.
“Kalau penerbangan sempat tutup karena abu erupsi, makanya kami langsung beralih ke pelabuhan. Untungnya di pelabuhan pelayanannya lancar dan kapal tetap berjalan seperti biasa,” katanya.
ASDP Belum Siapkan Wawancara Visual
Di tengah kondisi penyeberangan yang masih berjalan normal, media kemudian meminta keterangan langsung dari pihak ASDP terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, kesiapan armada, serta langkah antisipasi terhadap keselamatan pengguna jasa.
Humas ASDP Cabang Pelabuhan Bakauheni, Andi Kurniawan, merespons permintaan tersebut. Namun, wawancara visual belum dapat dilakukan.
Melalui komunikasi dengan media, Andi menyampaikan bahwa pihaknya sedang berupaya menyusun jadwal dengan General Manager ASDP.
“Baik, paham. Saat ini sedang saya mencoba menyusun jadwal dengan GM. Karena terkait pengambilan video wawancara juga kami memiliki SOP tersendiri,” ujar Andi.
Pernyataan tersebut menunjukkan ASDP telah merespons permintaan media, namun belum memberikan kesempatan untuk wawancara visual secara langsung terkait situasi penyeberangan pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi ini membuat penjelasan langsung dari jajaran manajemen ASDP mengenai kesiapan armada, keselamatan pelayaran, pemantauan abu vulkanik, hingga skenario antisipasi apabila kondisi kembali memburuk, masih menunggu jadwal yang ditentukan pihak perusahaan.
Sementara itu, masyarakat pengguna jasa diminta tetap waspada, memantau informasi resmi BMKG dan PVMBG, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga Senin (7/9/2026), operasional penyeberangan Merak – Bakauheni melalui Pelabuhan Bakauheni masih berlangsung normal. Namun, publik masih menunggu penjelasan visual langsung dari manajemen ASDP mengenai kesiapan menghadapi potensi dampak lanjutan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Roy)









