Pandeglang, Kabarlampung.co — Pencarian delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026). Titik terang mulai muncul setelah Tim SAR Gabungan menemukan sebuah life jacket dan pelampung saat menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah speed boat yang mereka tumpangi bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.
Temuan life jacket terjadi di Sektor F. Kapal KAL Anyer menemukan barang tersebut sekitar pukul 15.32 WIB di perairan dengan koordinat 06°04’30.00″ LS.
Selain life jacket, Tim SAR juga mencatat temuan sebuah pelampung di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
Namun, kedua barang tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Tim SAR Gabungan masih melakukan verifikasi dan penelusuran lebih lanjut terhadap temuan tersebut untuk memastikan asal-usul dan keterkaitannya dengan speed boat yang hilang kontak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan setiap temuan di lokasi pencarian menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti.
“Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,” ujar Al Amrad.
Enam Sektor Disisir, Ribuan Mil Laut Jadi Area Pencarian
Pada Operasi SAR H.3, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total area sekitar 2.483 nautical mile persegi.
Pencarian melibatkan sejumlah kapal dan unsur gabungan, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu, serta Helikopter HR 3604.
Unsur TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan hingga masyarakat juga turut dilibatkan dalam operasi tersebut.
Penyisiran difokuskan di sejumlah wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk sektor tenggara, utara, barat daya hingga barat laut.
Meski life jacket dan pelampung ditemukan, hasil penyisiran di Sektor A, B, C, D dan E masih nihil.
Dukungan pencarian dari udara juga terus dilakukan menggunakan Helikopter HR 3604 untuk memperluas jangkauan pemantauan.
Gelombang Hingga Empat Meter
Operasi pencarian berlangsung di tengah kondisi laut yang tidak sepenuhnya bersahabat. Cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal dengan angin dari arah selatan menuju utara sekitar 15 knot.
Tinggi gelombang tercatat mencapai 2,5 hingga 4 meter
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengerahan personel dan sarana pencarian. Keselamatan seluruh personel SAR tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.
Al Amrad menegaskan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.
“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” katanya.
Hingga berakhirnya Operasi SAR H.3, delapan orang masih berstatus dalam pencarian.
Temuan life jacket dan pelampung kini menjadi bagian penting yang akan dianalisis Tim SAR untuk menentukan langkah pencarian berikutnya. Operasi akan terus dievaluasi dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia.
Harapan menemukan delapan orang yang hilang kini berpacu dengan waktu dan kondisi laut Selat Sunda. (Roy/Puji)









