
Lampung Timur, Kabarlampung.co – Perkenalan melalui media sosial berujung maut. Isnandar Ahmad (41), fotografer wedding asal Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, tewas dibunuh dua pria yang baru dikenalnya melalui media sosial. Polisi mengungkap, kedua pelaku diduga memanfaatkan kedekatan tersebut untuk menguasai harta milik korban.
Dua tersangka masing-masing Riki Perlian (26) dan Nur Hidayat (39) kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir mengungkapkan, korban dan kedua pelaku sebelumnya baru saling mengenal melalui media sosial. Namun, polisi menduga pelaku kemudian mengamati aktivitas korban hingga mengetahui keberadaan dan lokasi rumahnya.
“Motif karena mereka ingin mengambil harta korban. Mereka juga sebelumnya belum lama saling mengenal melalui media sosial,” kata Iksir dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2026).
Menurut polisi, Isnandar diketahui memiliki sejumlah aktivitas usaha, termasuk salon rias dan jasa fotografi wedding. Korban juga cukup aktif di media sosial dan dikenal memiliki pergaulan luas.
Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengenali aktivitas, keberadaan hingga tempat tinggal korban sebelum melancarkan aksinya.
Kenal di Medsos, Berujung Perampokan
Polisi menduga hubungan yang terjalin melalui media sosial menjadi pintu masuk bagi kedua pelaku untuk mendekati korban.
Setelah mengetahui kondisi dan keberadaan korban, keduanya diduga datang ke rumah Isnandar sebelum melakukan aksi kekerasan.
Usai menghabisi korban, pelaku membawa sejumlah barang berharga milik korban. Polisi menyebut barang yang hilang berupa satu unit mobil Mitsubishi Xpander, perhiasan emas dan satu unit iPhone 17 Pro Max.
“Pekerjaan korban ini adalah fotografer wedding. Untuk barang milik korban yang hilang ada mobil, kemudian perhiasan emas dan satu unit iPhone 17 Pro Max,” ujar Iksir.
Namun, aksi kedua pelaku tidak berjalan mulus. Mereka sempat meninggalkan sepeda motor yang digunakan di sekitar rumah korban. Saat hendak melarikan diri, kunci sepeda motor tersebut ternyata tidak ditemukan.
Kunci itu kemudian ditemukan terselip di bawah kursi di dalam rumah korban. Akibatnya, kedua pelaku memilih melarikan diri menggunakan mobil milik korban.
“Kunci motor mereka ini baru ditemukan terselip di bawah kursi rumah tersebut, sehingga mereka kabur hanya membawa mobil korban,” jelas Iksir.
Korban Ditemukan Ayah Bersimbah Darah
Sebelumnya, Isnandar ditemukan tewas di rumahnya di Dusun V, Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Jasad korban pertama kali ditemukan ayahnya, Pujo. Saat ditemukan, korban tergeletak di ruang tengah rumah dalam kondisi bersimbah darah dan mengalami luka akibat benda tajam. Peristiwa tersebut sontak menggemparkan warga sekitar.
Kepala Desa Hargomulyo Setiyono Harsono membenarkan korban merupakan warganya yang meninggal dunia akibat menjadi korban pembunuhan.
“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, memang benar almarhum Pak Isnan meninggal dunia akibat menjadi korban pembunuhan,” ujar Setiyono di rumah duka, Selasa (15/9/2026).
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap rangkaian pembunuhan tersebut.
Kini, Riki Perlian dan Nur Hidayat telah ditahan. Penyidik masih mendalami secara intensif kronologi aksi, peran masing-masing tersangka, serta rangkaian peristiwa setelah korban dibunuh.
Kasus tersebut menjadi peringatan bahwa interaksi melalui media sosial dapat menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk mengenali aktivitas, kondisi dan keberadaan calon korbannya.
Polisi pun masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi pembunuhan dan perampasan harta milik Isnandar. (Sonny/Puji)








