
Lampung Tengah, Kabarlampung.co – Acara yasinan di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, berubah menjadi petaka. Puluhan warga yang menyantap makanan dalam acara tersebut mengalami sakit perut dan diare hingga harus mendapat perawatan medis.
Sedikitnya sekitar 50 warga diduga mengalami keracunan makanan. Bahkan, seorang warga bernama Nanik (42) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di klinik wilayah setempat.
Peristiwa itu bermula setelah warga menghadiri acara yasinan atau tahlilan di kediaman warga pada Sabtu malam, (12/9/2026), Usai menyantap makanan yang disediakan dalam acara tersebut, sejumlah warga mulai mengalami keluhan kesehatan.
Keluhan berupa sakit perut dan diare dilaporkan muncul sejak Sabtu malam hingga Minggu. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan puluhan warga mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Puskesmas Jatidadar Mataram, L Prihatiningsih, membenarkan adanya puluhan warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah menghadiri acara tersebut.
“Saat ini warga dirawat di sejumlah klinik, praktik bidan, hingga puskesmas yang berada di wilayah setempat, ” Ujarnya.
Sementara itu, Nanik dilaporkan meninggal dunia pada Senin siang setelah menjalani perawatan. Jenazah korban kemudian dibawa keluarganya ke Kabupaten Lampung Timur untuk dimakamkan.
Meski dugaan awal mengarah pada keracunan makanan, petugas medis masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Petugas telah mengambil lima sampel makanan yang dikonsumsi warga saat acara yasinan untuk dilakukan uji laboratorium.
Hasil pemeriksaan sampel tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi petugas untuk memastikan apakah makanan yang disajikan dalam acara tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga.
Tuan Rumah Juga Jadi Korban
Fajar Putra, selaku tuan rumah yang menyediakan makanan dalam acara tersebut, menyebut kejadian itu sebagai musibah.
Fajar mengaku belum mengetahui penyebab pasti puluhan warga mengalami sakit setelah menyantap makanan. Ia mengatakan makanan dalam acara tersebut dimasak secara bersama-sama oleh warga, termasuk keluarganya.
Yang mengejutkan, Fajar dan keluarganya juga ikut mengalami keluhan serupa setelah menyantap makanan dalam acara tersebut.
Mereka mengalami sakit perut dan diare sebelum akhirnya mengetahui sejumlah warga lain mengalami kondisi yang sama.
Fajar berharap penyebab pasti kejadian tersebut dapat segera diketahui melalui pemeriksaan sampel makanan yang telah dilakukan petugas. (Po)










