
— Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus ingin kehadiran Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) tidak berhenti sebagai wadah organisasi jurnalis. Ia mendorong IJTI menjadi mesin promosi potensi daerah sekaligus penangkal berita hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.
Dorongan itu disampaikan Parosil saat membuka Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I IJTI Koordinator Daerah (Korda) Barat Lampung di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Rabu (16/9/2026).
Korda Barat IJTI membawahi tiga wilayah, yakni Lampung Barat, Pesisir Barat dan Tanggamus, dengan mengusung tema Membangun Integritas dan Profesionalisme Jurnalis.
Menurut Parosil, Lampung Barat memiliki sederet potensi yang belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi daerah.
Salah satunya sektor kopi robusta, yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung Barat. Selain itu, daerah tersebut memiliki kekayaan wisata alam dan budaya Sekala Bekhak yang dinilai layak mendapatkan eksposur lebih luas.
“Lampung Barat ini penghasil kopi terbesar di Lampung namun dampak terhadap daerahnya belum ada karena belum ada regulasinya. Selain itu memiliki kekayaan objek wisata namun ada beberapa tempat yang tidak dapat dikelola karena masuk dalam daerah TNBBS,” kata Parosil.
Potensi Besar, Promosi Harus Lebih Kencang
Parosil mengatakan Lampung Barat juga masih konsisten mempertahankan budaya yang diwariskan leluhur.
Namun, potensi tersebut membutuhkan promosi yang lebih kuat agar dikenal bukan hanya oleh masyarakat Lampung, tetapi juga publik nasional.
Di sinilah Parosil berharap IJTI dapat mengambil peran melalui karya jurnalistik televisi yang mampu menghadirkan kondisi daerah secara visual.
Menurutnya, kekuatan televisi terletak pada kemampuannya menampilkan gambar dan fakta di lapangan, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tidak sebatas narasi.
“Televisi ini menyajikan berita bukan hanya cerita dan narasi tulisan, tapi gambar. Itu keunggulan televisi. Dan televisi adalah penangkal berita bohong,” ujar Parosil.
Ia menilai kehadiran IJTI di wilayah Barat Lampung menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.
Pemerintah membutuhkan media untuk memperkenalkan potensi daerah, sementara jurnalis membutuhkan akses informasi yang akurat untuk menghasilkan pemberitaan yang berimbang.
“Dengan hadirnya IJTI ke Lampung Barat, mudah-mudahan bisa memberikan harapan. Daerah yang punya banyak unggulan ini bisa dipromosikan lewat televisi,” katanya.
Di Tengah Gempuran Media Sosial
Parosil juga menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Televisi masih menjadi sumber informasi, namun perhatian publik kini terpecah oleh derasnya arus konten media sosial.
Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi dan produksi konten yang kuat, akurat serta berimbang agar potensi daerah tetap mendapatkan ruang di tengah persaingan informasi digital.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Muskorda Hari Gunawan mengatakan pembentukan IJTI Korda Barat merupakan langkah strategis untuk menghimpun sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis televisi di wilayah pesisir dan sekitarnya.
Ketua IJTI Pengda Lampung Andres Apandi mengatakan keberadaan koordinator daerah akan mempermudah komunikasi dan pembinaan profesionalisme jurnalis.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, korda ini menjadi ruang untuk meningkatkan profesionalisme teman-teman di daerah, sekaligus menjaga marwah kemerdekaan pers,” kata Andres.
Sementara itu, Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan menegaskan perjalanan 28 tahun IJTI tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknik jurnalistik, tetapi juga menyangkut filosofi dan etika profesi.
“Kami siap kolaborasi, berdiri kokoh bersama publik untuk membangun Indonesia dari kawasan ini,” ujar Herik.
Muskorda I IJTI Korda Barat Lampung tersebut menjadi Muskorda kedua yang digelar IJTI Lampung setelah sebelumnya dilaksanakan di Lampung Selatan.
Dengan terbentuknya Korda Barat, IJTI kini memiliki ruang yang lebih dekat untuk menghimpun jurnalis televisi sekaligus mendorong karya jurnalistik yang mampu mengangkat potensi kopi, wisata dan budaya Lampung Barat ke panggung yang lebih luas. (Liliana)








