
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Ambisi Lampung Selatan mendongkrak prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026 mendapat suntikan anggaran. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung Selatan menyiapkan tambahan Rp2 miliar untuk mendukung pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menghadapi Porprov yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Tambahan dana tersebut dialokasikan melalui APBD Perubahan, di luar anggaran rutin bidang olahraga yang selama ini hanya sekitar Rp750 juta.
Kepala Dispora Lampung Selatan Muhammad Yusuf mengatakan, tambahan Rp2 miliar tersebut difokuskan untuk mendukung pembinaan atlet dan persiapan kontingen Lampung Selatan sebelum berlaga di ajang olahraga tingkat provinsi.
“Biasanya anggaran kita di bawah Rp1 miliar, sekitar Rp750 juta. Tahun ini ada tambahan Rp2 miliar melalui anggaran perubahan,” ujar Yusuf saat ditemui di Kantor Dispora Lampung Selatan, Selasa (29/9/2026).
Menurut Yusuf, proses pembinaan atlet telah berjalan sejak Agustus. Tambahan anggaran diharapkan dapat memperkuat persiapan kontingen menjelang pertandingan.
Sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk persiapan Porprov diusulkan mencapai sekitar Rp3,9 miliar. Namun, hasil pembahasan APBD Perubahan menetapkan tambahan dukungan untuk KONI sebesar Rp2 miliar.
Besarnya tambahan anggaran tersebut berbanding lurus dengan target prestasi yang dipatok Lampung Selatan. Pemerintah daerah tak sekadar ingin memperbaiki posisi, tetapi membidik lonjakan signifikan pada klasemen perolehan medali.
Pada Porprov sebelumnya, Lampung Selatan berada di posisi keenam dengan koleksi 67 medali emas.
Kini, target dinaikkan menjadi 103 medali emas sekaligus membidik posisi runner-up klasemen.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi mesin utama perolehan medali, di antaranya panahan, pencak silat, tinju, taekwondo, wushu, gulat, dan karate.
Yusuf berharap tambahan anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet, sehingga target prestasi yang telah ditetapkan tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.
“Harapannya tentu anggaran ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pembinaan dan persiapan kontingen, sehingga target yang sudah ditetapkan bisa kita upayakan tercapai,” kata Yusuf.
Dengan tambahan Rp2 miliar, pekerjaan KONI Lampung Selatan kini bukan hanya mempersiapkan atlet untuk bertanding, tetapi juga membuktikan apakah suntikan anggaran tersebut mampu mengangkat posisi daerah dari peringkat keenam menuju papan atas Porprov 2026. (Gelly)










