
Lampung Tengah, Kabarlampung.co — Tangis keluarga pecah saat jenazah Feris Sunaryanto, korban kecelakaan KM Virgo, akhirnya tiba di rumah duka di Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Feris merupakan salah satu korban kecelakaan kapal yang berhasil diidentifikasi setelah proses pencarian dan penanganan korban. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan dua anaknya yang kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok ayah.
Almarhum selama bertahun-tahun bekerja sebagai sopir ekspedisi, mengantarkan barang antardaerah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sebelum kecelakaan terjadi, Feris diketahui berangkat dari Bekasi membawa muatan panel. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Surabaya sebelum rencananya meneruskan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Namun, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.
Adik korban, Hadi Widianto, Kamis (1/10/2026), mengatakan informasi mengenai kecelakaan pertama kali diterima keluarga melalui perusahaan ekspedisi. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada istri Feris.
Keluarga yang diliputi kecemasan terus menunggu kabar mengenai keberadaan Feris.
Hadi bahkan berangkat ke Banjarmasin dan mengikuti perkembangan pencarian selama sekitar enam hari.
Hingga akhirnya, kabar yang ditunggu datang. Feris ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan di Kampung Negara Aji Tua, Lampung Tengah.
Tinggalkan Istri dan Dua Anak
Di balik kepulangan jenazah tersebut, ada persoalan besar yang kini harus dihadapi keluarga.
Feris meninggalkan seorang istri dan dua anak, masing-masing masih duduk di kelas 1 SMP dan kelas 5 SD.
Bagi keluarga, kehilangan Feris bukan hanya kehilangan seorang suami dan ayah. Kepergiannya juga berarti hilangnya sosok yang selama ini bekerja memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menopang pendidikan kedua anaknya.
Keluarga kini mulai memikirkan bagaimana keberlangsungan kehidupan dan pendidikan kedua anak Feris setelah sang ayah pergi untuk selamanya.
” keluarga berharap ada perhatian dan dukungan terhadap masa depan kedua Ponakannya, ” Ungkap Hadi adik korban.
Harapan itu tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga kepada pemerintah agar keluarga korban tidak dibiarkan menghadapi beban tersebut seorang diri.
Keluarga berharap bantuan yang diberikan nantinya tidak berhenti pada proses pemulangan dan pemakaman korban, tetapi juga menyentuh masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Sebab, di tengah duka kehilangan seorang ayah, dua anak Feris masih harus melanjutkan sekolah dan menata masa depan mereka.
Keluarga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian nyata, khususnya terhadap keberlangsungan pendidikan dan kehidupan kedua anak Feris yang kini kehilangan sosok ayah. (Angg)









