
Tulang Bawang, Kabarlampung.co – Pelarian Ahmad Fathony (35), pria yang diduga menghabisi tiga anggota keluarganya sendiri di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Tulang Bawang, berakhir tragis.
Hanya beberapa jam setelah tragedi berdarah itu terjadi, polisi berhasil melacak keberadaan Ahmad hingga ke wilayah Lampung Timur.
Tim gabungan Polres Tulang Bawang, Polres Lampung Timur, dan Dit Intelkam Subdit Kamneg Polda Lampung akhirnya menyergap pelaku saat melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Toto Harjo, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun, upaya penangkapan tersebut tidak berjalan mudah.
Menurut polisi, Ahmad justru melakukan perlawanan dengan mengayunkan senjata tajam jenis pisau ke arah petugas.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama mengatakan, petugas telah memberikan tembakan peringatan sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas karena keselamatan anggota terancam.
“Saat akan ditangkap, pelaku mencoba
menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis pisau. Tembakan peringatan ke udara tidak diindahkan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur,” kata AKP Apfryyadi Pratama, Selasa (6/10/2026).
Pelaku kemudian tersungkur dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Namun, nyawanya tidak tertolong dan Ahmad dinyatakan meninggal dunia.
Polisi turut menyita sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melarikan diri.
Tiga Anggota Keluarga Tewas Bersimbah Darah
Kasus ini bermula dari tragedi yang menggemparkan warga Kampung Purwa Jaya, Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Tiga anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumah. Mereka adalah Rachmad (58), Hasanah (52), serta putri mereka, Devny Keisela Putri (14), yang masih berstatus pelajar.
Ketiganya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak korban berinisial SR (32). Ia curiga setelah mendapati rumah orang tuanya dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak merespons ketika dipanggil.
SR kemudian mendobrak pintu rumah.
Pemandangan memilukan pun tersaji. Tiga anggota keluarganya ditemukan sudah tidak bernyawa.
Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Hasil penyelidikan mengarah kepada Ahmad Fathony yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan para korban. Ia diketahui merupakan adik kandung salah satu korban.
Pernah Diminta Diamankan untuk Perawatan
Di tengah penyelidikan, keluarga mengungkap bahwa Ahmad sebelumnya disebut memiliki riwayat perilaku yang mengkhawatirkan.
Bahkan pada 28 Februari 2026, keluarga bersama aparatur kampung disebut pernah meminta bantuan Polsek Banjar Agung untuk mengamankan Ahmad agar mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit jiwa.
Namun, upaya tersebut tidak berujung pada pencegahan tragedi.
Beberapa bulan kemudian, satu keluarga justru menjadi korban dalam peristiwa berdarah yang mengguncang Kampung Purwa Jaya.
Kini, penyelidikan kepolisian berlanjut untuk mengungkap secara utuh motif, rangkaian kejadian, serta hubungan antara pelaku dan para korban sebelum tragedi tersebut terjadi. (Sulistiono)








