
Tanggamus, Kabarlampung.co – Dalam waktu sekitar satu jam, rumah milik Ayuni (50) di Dusun Peneongan, Pekon Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, ludes dilalap api.
Kebakaran terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kobaran api menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah berikut perabotan dan barang-barang milik korban. Kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta.
Saat kebakaran terjadi, Ayuni sedang berada di rumah tetangganya. Warga pertama kali menyadari kejadian setelah melihat kepulan asap dari sisi rumah.
Saat diperiksa, api ternyata sudah membesar dan terlihat berkobar dari bagian tengah rumah.
Warga yang panik langsung bergerak melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Saksi, Herwan Rozali, mengatakan warga berupaya secepat mungkin mencegah api semakin meluas.
“Alhamdulillah, masyarakat mengambil inisiatif bahu-membahu dan dari masyarakat juga menghubungi pihak pemadam,” kata Herwan.
Tak lama berselang, petugas pemadam tiba di lokasi. Empat unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api, termasuk armada dari Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti.
Berkat upaya petugas bersama masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah kebakaran terjadi.
Diduga Korsleting di Stop Kontak
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, api diduga berasal dari korsleting arus listrik pada stop kontak yang berada di bagian tengah rumah.
Stop kontak tersebut berada pada tiang tengah rumah dan disebut menjadi titik awal munculnya api.
“Katanya dari stop kontak yang posisinya di tengah rumah, di tiang tengah. Karena ada beberapa stop kontak di situ,” jelas Herwan.
Besarnya kobaran api membuat warga tak sempat menyelamatkan sebagian besar barang milik korban.
Tempat tidur, pakaian hingga berbagai perlengkapan rumah tangga ikut hangus terbakar.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Habis terbakar, tempat tidur, baju, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.
Pemerintah Turun, Rumah Dibersihkan
Pasca kebakaran, sejumlah unsur pemerintah daerah turun melakukan pendataan terhadap kondisi korban.
Herwan menyebut, petugas dari Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum telah datang ke lokasi. Bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan korban.
“Alhamdulillah kemarin datang dari Dinas Sosial, dari BPBD, dari PU. Insya Allah akan ditindaklanjuti. Kemarin juga sudah ada dari dinas terkait untuk membantu,” jelasnya.
Tak berhenti pada pemadaman, bantuan berlanjut sehari setelah musibah.
Personel Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti turun langsung membersihkan rumah korban dari puing dan material yang terbakar.
Danki B Yonif TP 945/PPC, Letda Inf Dedi Wama, mengatakan pembersihan dilakukan agar kondisi rumah menjadi lebih bersih dan dapat ditata kembali apabila masih memungkinkan untuk ditempati.
“Hari ini kami melaksanakan pembersihan bekas-bekas kebakaran yang sudah tidak bisa diamankan, kami kumpulkan jadi satu, kemudian kami bersihkan dalam rumahnya agar bisa ditempati lagi apabila layak,” kata Dedi.
Dedi menegaskan, pihaknya siap kembali membantu apabila korban masih membutuhkan dukungan lanjutan.
“Apabila ada perlu bantuan lagi dari kami Yonif TP 945, kami siap membantu apabila ada kebutuhan dari masyarakat tersebut,” ujarnya.
Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti merupakan satuan yang berada di wilayah Kabupaten Tanggamus. Keterlibatan personelnya dalam penanganan pascakebakaran menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
“Kami hadir di Kabupaten Tanggamus ini. Harapan kami apabila ada sesuatu kejadian ataupun butuh bantuan dari pihak kami, kami siap membantu kapanpun itu,” pungkas Dedi. (Hardi)










