
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Warga Kabupaten Lampung Utara digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di aliran sungai terusan di bawah jembatan Desa Bumi Jaya, Kecamatan Abung Timur. Bayi yang diduga baru dilahirkan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tali pusar dan ari-ari yang masih melekat.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan seorang buruh harian lepas saat bekerja mencabut singkong pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat hendak mandi di sungai, saksi bersama rekan kerjanya melihat jasad bayi mengambang di aliran sungai yang debit airnya tidak mengalir akibat musim kemarau.
Saksi kemudian memberitahukan penemuan tersebut kepada warga yang melintas di sekitar jembatan. Sekitar setengah jam kemudian, warga berdatangan dan salah seorang di antaranya melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat kepolisian 110.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
” Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 55 sentimeter. Tali pusar dan ari-ari yang masih melekat mengindikasikan bayi tersebut diduga baru dilahirkan, ” Ujarnya.
Petugas juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka di bagian bawah ketiak kiri, memar pada wajah sebelah kanan, serta luka robek di bagian pinggang.
Kondisi jasad telah mengalami pembusukan dan ditemukan belatung. Dari pemeriksaan awal, kematian korban diperkirakan telah terjadi sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan. Namun, waktu kematian dan penyebab pasti meninggalnya bayi tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Lokasi penemuan berada di kawasan yang berbatasan dengan Desa Bumi Jaya dan Desa Bumi Restu. Area tersebut relatif jauh dari permukiman warga, dengan jarak sekitar 300 meter. Polisi juga tidak menemukan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan satu kantong plastik berwarna merah yang diduga digunakan untuk membungkus bayi.
Saat ini, jasad korban berada di kamar jenazah RSUD Mayjen HM Ryacudu Kotabumi.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas bayi, menelusuri keberadaan orang tua korban, serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Penemuan ini menyisakan sejumlah pertanyaan, mulai dari siapa yang membawa bayi ke lokasi terpencil tersebut hingga apa yang sebenarnya terjadi sebelum jasadnya ditemukan warga.
Polisi diharapkan dapat mengungkap kasus ini melalui pemeriksaan saksi, pendalaman bukti di lokasi, serta hasil pemeriksaan medis terhadap korban. (Ridho/Adi)










