
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Kebakaran lahan perkebunan sawit milik PT Nakau dan masyarakat di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, menghanguskan puluhan hektare lahan. Api yang muncul sejak Rabu (21/10/2026) siang baru berhasil dikendalikan pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Luas lahan yang terbakar masih mengacu pada keterangan berbeda. Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menyebut sekitar 33 hektare, sementara Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini memperkirakan luasnya mencapai 40-an hektare.
Kebakaran dilaporkan terjadi di dua lokasi, yakni Desa Kemalo Abung dan Desa Candi Mas. Di Desa Kemalo Abung, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare. Sementara di kawasan PT Nakau, Desa Candi Mas, luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 30 hektare.
Pada Jumat (23/10/2026), Bupati Hamartoni Ahadis bersama jajaran kepolisian, TNI, dan pihak perusahaan meninjau lokasi kebakaran. Peninjauan dilakukan untuk memantau kondisi lahan setelah api berhasil dipadamkan sekaligus memastikan situasi telah terkendali.
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini membenarkan kebakaran tersebut. Menurutnya, upaya pemadaman melibatkan sedikitnya enam unit mobil milik perusahaan dan armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Meski api telah berhasil dikendalikan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Polisi masih mendalami sumber munculnya api, termasuk dugaan puntung rokok yang dibuang pengendara di jalan sekitar perkebunan.
Dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Lokasi kebakaran yang berada di dekat jalan yang kerap dilalui kendaraan menjadi salah satu hal yang disoroti dalam dugaan awal tersebut.
Kondisi lahan perkebunan yang kering saat musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran meluas. Api dapat dengan cepat menjalar ketika vegetasi mengering, terutama jika tidak segera diketahui dan ditangani.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Pengendara juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di sekitar perkebunan dan lahan kering.
Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, terutama selama musim kemarau. Selain mencegah aktivitas yang berpotensi memicu api, pengawasan di kawasan perkebunan perlu diperkuat agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. (Ridho/Adi)









