
Tulangbawang Barat, Kabarlampung.co – kecelakaan maut di jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) KM 198 Jalur A, Minggu (25/10/2026), merenggut enam nyawa. Sebuah Toyota Avanza yang mengangkut 10 orang menghantam bagian belakang truk Fuso yang terparkir di pinggir jalan tol.
Salah satu korban meninggal dunia merupakan anggota aktif Polri yang bertugas di Polres Tulang Bawang. Benturan keras membuat bagian depan minibus ringsek parah, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Minibus Toyota Avanza bernomor polisi Z-1473-AG itu diketahui melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang sebelum akhirnya menghantam bagian belakang bak truk Fuso.
Dugaan awal mengarah pada kondisi pengemudi yang mengantuk. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut pada Senin (26/10/2026).
Enam Korban Meninggal, Empat Masih Dirawat
Berdasarkan data identitas korban yang dihimpun Jasa Raharja, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Agung Eko Prasetyo (42), anggota Polri yang mengemudikan kendaraan; Rismia Ayu Prasetya (16); Danish Al Ghossan (8); Ahmad Bhasarudin (36); Argantara Yuda (10); dan Demi Astuti (33), seorang bidan.
Sementara itu, empat penumpang lainnya mengalami luka berat dan mendapatkan perawatan medis. Mereka adalah Abit Abrisam Prasetyo (11), Tri Susanti (32), Ukasya, serta Senandung Cinta (16).
Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Sebagian dirawat di RS Mutiara Bunda, Unit II, Banjar Agung, Tulang Bawang, sedangkan Senandung Cinta dirawat di RS Griya Medika Dompet Dhuafa.
Data tersebut juga menjadi dasar pendataan Jasa Raharja untuk proses penanganan santunan bagi korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.
Dugaan Mengantuk Belum Menjadi Kesimpulan
Kecelakaan yang menewaskan enam orang sekaligus ini kembali menyoroti risiko fatal ketika kendaraan menabrak kendaraan lain yang berhenti di sisi jalan tol.
Meski dugaan awal mengarah pada pengemudi yang mengantuk, penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan kepolisian selesai.
Pemeriksaan terhadap rangkaian kejadian, kondisi kendaraan, serta faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan diperlukan untuk mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelelahan dan kantuk saat berkendara dapat mengancam keselamatan seluruh penumpang. Pengemudi perlu memastikan kondisi tubuh tetap prima dan beristirahat apabila mulai kehilangan konsentrasi.
Sementara itu, penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kecelakaan yang merenggut enam nyawa tersebut. (Sulistiono)










