
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, menjadi destinasi wisata yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Lampung.
Desa Mulang Maya merupakan salah satu dari 15 desa di Provinsi Lampung yang ditetapkan sebagai desa wisata budaya. Pengembangan desa tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada lebih banyak wisatawan sekaligus menjaga kelestariannya.
Hal itu disampaikan Mirza saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Mulang Maya, Kamis (29/10/2026), pukul 09.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kedatangan rombongan disambut dengan pertunjukan tari tradisional Lampung, pencak silat, dan tabuhan cerik, alat musik khas Lampung.
Mirza mengatakan, pengembangan Desa Mulang Maya sebagai desa wisata budaya perlu diarahkan tidak hanya untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat.
“Kita ingin ke depan memperkenalkan lebih banyak budaya masyarakat Lampung kepada wisatawan. Kami akan mendorong Desa Mulang Maya bisa menjadi tujuan wisata,” kata Mirza.
Menurut dia, budaya Lampung memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan perdamaian masyarakat selama ratusan tahun. Karena itu, pelestarian budaya perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi generasi muda.
Ia juga mengajak generasi muda dari berbagai latar belakang suku untuk memahami dan menerapkan falsafah hidup masyarakat Lampung.
“Kita ingin generasi muda kita, apa pun asal sukunya, punya falsafah dan menghidupkan falsafah masyarakat Lampung di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Mirzani menilai, nilai-nilai budaya tersebut dapat menjadi pegangan masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk pengaruh globalisasi dan modernisasi.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut dia, akan menyiapkan program yang berfokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pariwisata di Desa Mulang Maya.
Ia berharap desa tersebut dapat menawarkan pengalaman wisata yang lebih mendalam, sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga mengenal sejarah dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
“Wisatawan datang ke sini untuk melihat budaya di sini, bukan hanya budaya hari ini, tetapi bagaimana kehidupan di Mulang Maya 200 mungkin 300 tahun yang lalu,” kata Mirza.
Dalam kunjungan itu, gubernur juga meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual beragam produk khas Lampung. Produk tersebut meliputi kain tradisional, peci atau kikat, pakaian khas Lampung, makanan, kue, serta berbagai suvenir.
Keberadaan pelaku UMKM tersebut menjadi salah satu potensi pendukung pengembangan Desa Mulang Maya sebagai desa wisata budaya. Produk lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat setempat. (Ridho/Adi)









