
Lampung Timur, Kabarlampung.co – Hujan yang mengguyur kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda zona rimba dan zona rehabilitasi. Meski api berhasil dipadamkan pada Minggu sore, petugas gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kebakaran pertama kali diketahui pada Sabtu sekitar pukul 11.15 WIB. Saat berpatroli, petugas menemukan kepulan asap tebal di kawasan Great 16 K, yang berada sekitar 16 kilometer dari Pusat Latihan Gajah.
Humas Balai Taman Nasional Way Kambas, Riri Fitriandi, Kamis (29/10/2026), menjelaskan, kebakaran terjadi di dua zona kawasan konservasi tersebut. Upaya pemadaman melibatkan sekitar 100 personel gabungan, termasuk petugas, mitra masyarakat, dan pihak swasta.
PT Great Giant Pineapple (GGP) turut membantu penanganan dengan mengerahkan puluhan personel serta tiga unit mobil pemadam kebakaran.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan yang turun di lokasi turut membantu mempercepat proses pemadaman.
Namun, padamnya api belum membuat penanganan dihentikan. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pusat Latihan Gajah Dipastikan Aman
Balai TNWK memastikan kebakaran tidak berdampak pada Pusat Latihan Gajah. Sementara itu, keberadaan gajah liar dilaporkan berada jauh dari lokasi kebakaran.
Meski demikian, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kawasan konservasi dan habitat satwa liar tetap aman setelah kebakaran.
Taman Nasional Way Kambas memiliki luas sekitar 125 ribu hektare dan menjadi salah satu kawasan penting bagi pelestarian gajah Sumatra serta beragam satwa liar lainnya.
Kebakaran di kawasan konservasi menjadi perhatian serius karena api berpotensi mengancam vegetasi dan habitat satwa. Karena itu, pemantauan pascakebakaran terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api dan mencegah kebakaran meluas. (Puji)










