
Lampung Barat, Kabarlampung.co – Kebakaran hebat melanda Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (29/10/2026) dini hari. Lima rumah warga hangus dilalap api dengan kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp1,8 miliar.
Kobaran api yang membesar pada dini hari membuat warga menghadapi situasi darurat.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lampung Barat berjibaku bersama masyarakat untuk menjinakkan api. Namun, proses pemadaman sempat terkendala ketika mesin pompa penyemprot air pada mobil pemadam dilaporkan terhenti.
Setelah berjibaku lebih dari tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski demikian, lima rumah milik Mat Yakin, Edison, Gustiawan, Bajuri, dan Yandi telah hangus terbakar.
Salah seorang korban, Toni Saputra, mengaku mengetahui kebakaran sekitar pukul 02.00 WIB saat api sudah berada di dalam rumahnya.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi para korban yang harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Menanggapi musibah tersebut, Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, bersama sejumlah kepala perangkat daerah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi korban sekaligus menyalurkan bantuan.
Bantuan yang diserahkan meliputi kasur, matras, pakaian anak, selimut, makanan siap saji, mi instan, beras, minyak goreng, sarden, roti, dan susu.
Mad Hasnurin menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Pekon Buay Nyerupa. Ia berharap para korban diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi situasi sulit tersebut.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga itu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik yang tidak aman maupun penggunaan peralatan rumah tangga.
Warga diminta memastikan kondisi kabel dan instalasi listrik tetap layak, serta memeriksa kompor dan perangkat elektronik sebelum meninggalkan rumah.
Kendala Damkar Jadi Sorotan
Di balik upaya pemadaman kebakaran di Sukau, kendala operasional yang dialami petugas Damkar menjadi perhatian. Mesin pompa penyemprot air yang sempat terhenti menunjukkan pentingnya kesiapan armada dan peralatan dalam menghadapi keadaan darurat.
Dalam situasi kebakaran, gangguan peralatan dapat menyulitkan petugas ketika berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan jiwa dan menekan kerugian warga. Karena itu, kesiapan kendaraan, mesin pompa, pasokan air, dan personel perlu menjadi bagian penting dari evaluasi penanganan kebakaran.
Selain persoalan teknis tersebut, dugaan kekerasan terhadap petugas Damkar dan perusakan kendaraan pemadam oleh oknum masyarakat juga menjadi perhatian. Jika dugaan itu berkaitan dengan insiden yang sama, penanganannya perlu dilakukan secara profesional berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia.
Petugas Damkar merupakan garda terdepan dalam penanganan kebakaran. Keselamatan mereka dan kelayakan peralatan harus dijaga agar operasi penyelamatan tidak terhambat.
Setiap persoalan di lapangan semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi, bukan kekerasan maupun perusakan fasilitas.
Kebakaran di Pekon Buay Nyerupa menjadi peringatan keras bahwa risiko kebakaran dapat berujung pada kerugian besar dalam waktu singkat. Kewaspadaan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kesiapan petugas dan keandalan sarana pemadam.
Di sisi lain, bantuan pemerintah diharapkan menjadi langkah awal pemulihan bagi para korban. Penanganan pascakebakaran perlu terus mendapat perhatian agar warga terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar dan secara bertahap kembali menjalani kehidupan mereka. (Lili)









