
Lampung Tengah, Kabarlampung.co – Perjalanan sebuah minibus Isuzu Panther di ruas jalan Punggur–Kota Gajah, Lampung Tengah, berakhir tragis. Sebatang pohon sawit yang berada di pinggir jalan mendadak tumbang dan menghantam kendaraan tersebut saat hujan deras disertai angin kencang, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Akibat insiden itu, satu dari tiga orang di dalam mobil meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa maut tersebut terjadi di Dusun 3, Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur. Pohon sawit yang roboh menimpa bagian depan kendaraan hingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada kabin mobil.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lampung Tengah, IPDA Maruli, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat kejadian kendaraan tengah melintas ketika kondisi cuaca sedang buruk.
“Dari tiga orang, salah satunya meninggal dunia atas insiden tersebut. Posisi hujan deras disertai angin. Mobil melintas, tiba-tiba ada pohon roboh menimpa seketika,” ujar IPDA Maruli, Jumat (6/11/2026).
Minibus tersebut dikemudikan Aditya Saputra (29). Di dalam kendaraan terdapat dua penumpang, yakni Jumadi (56) dan Wasinah (53).
Nahas, Jumadi yang duduk di kursi penumpang sebelah kanan pengemudi meninggal dunia akibat tertimpa pohon. Sementara Wasinah yang berada di kursi belakang pengemudi mengalami luka ringan. Pengemudi Aditya juga dilaporkan mengalami luka ringan.
Usai kejadian, petugas Satlantas bersama personel Polsek setempat dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi para korban dan membawa mereka ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Ketiga korban diketahui merupakan warga Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah.
IPDA Maruli mengimbau masyarakat dan pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tengah cuaca ekstrem, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.
Pengendara diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun melintas terlalu dekat dengan pepohonan yang berpotensi roboh.
Insiden ini kembali menjadi peringatan bahwa ancaman kecelakaan di jalan raya bukan hanya berasal dari kelalaian pengendara, tetapi juga bahaya alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Tejo








