
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Sebanyak 10 calon jamaah haji asal Provinsi Lampung dipastikan batal atau tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 M.
Pembatalan tersebut dipicu sejumlah faktor, mulai dari kondisi kesehatan, meninggal dunia, hingga dokumen yang belum lengkap.
Hingga Sabtu (2/5/2026), tercatat sebanyak 2.657 jamaah dari total kuota 5.869 orang asal Lampung telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Kepala Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Lampung, M. Ansori, mengonfirmasi bahwa sejauh ini sudah ada 6 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan dari Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung.
Sepuluh jamaah yang tertunda keberangkatannya berasal dari empat daerah, yakni Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesawaran, serta tersebar di beberapa kloter.
“Dari total jamaah yang masuk asrama, terdapat 10 orang yang tunda berangkat karena faktor kesehatan dan dokumen yang belum lengkap,” ujar Ansori.
Ia menegaskan, seluruh layanan di Asrama Haji Rajabasa mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian living cost, hingga pelayanan administrasi, berjalan sesuai standar operasional.
Namun demikian, laporan petugas di Tanah Suci menyebutkan sejumlah jamaah, terutama lansia, mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan.
Ansori pun mengimbau jamaah agar lebih bijak mengatur aktivitas dan memprioritaskan pelaksanaan rukun haji yang wajib, dibanding memaksakan ibadah sunah yang berisiko menguras tenaga.
“Jamaah lansia harus menjaga kondisi fisik, jangan terlalu memforsir diri. Fokus pada ibadah wajib agar haji tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (Puji)







