
Lampung Barat, Kabarlampung.co – PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) memulai rehabilitasi tahap awal seluas 15 hektare di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kamis (23/7/2026). Program ini menjadi langkah awal pemulihan bentang alam seluas 115 hektare sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung konservasi, pemulihan ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat.
Rehabilitasi tahap pertama difokuskan pada koridor jalan proyek di kawasan TNBBS. Secara keseluruhan, program restorasi akan berlangsung bertahap sepanjang 2026–2027 bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS).
Pada 2026, SEGSS menargetkan rehabilitasi seluas 65 hektare, terdiri atas 15 hektare di koridor jalan proyek dan 50 hektare kawasan terdegradasi yang telah diidentifikasi bersama BBTNBBS. Sementara pada 2027, rehabilitasi akan dilanjutkan di 50 hektare kawasan terdegradasi lainnya sehingga total luas pemulihan mencapai 115 hektare.
Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, menyatakan rehabilitasi tersebut merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di TNBBS.
” Program rehabilitasi akan dilakukan melalui penanaman 97 spesies pohon asli TNBBS secara bertahap. Pada fase awal, sekitar 10 spesies diprioritaskan, yakni Pulai, Damar, Meranti, Medang, Merawan, Blangiran, Ketapang, Kayu Manis, Duku Hutan, dan Ficus spp. Seluruh jenis tanaman dipilih berdasarkan hasil Environmental Impact Assessment (EIA) dan telah memperoleh persetujuan teknis dari BBTNBBS agar sesuai dengan karakteristik ekologis kawasan.” Ujar Laksmi Prasvita.
Selain mempercepat pemulihan tutupan vegetasi, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas habitat satwa liar, memperkuat fungsi ekologis kawasan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem TNBBS.
SEGSS juga melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program melalui penguatan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Wanita Tani (KWT), pengembangan pusat pembibitan (nursery) lokal, pelatihan rehabilitasi lahan, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan koridor satwa sesuai arahan instansi terkait.
Melalui program tersebut, SEGSS menegaskan komitmennya untuk mengembangkan energi panas bumi yang selaras dengan upaya konservasi lingkungan, sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNBBS. (Liliana)








