Perampokan Bersenjata Siang Bolong di Tulang Bawang Barat, Alarm Keras Lemahnya Keamanan Publik

oleh
oleh
Kaca pintu kanan truk bernomor polisi BE-8247-QM hancur akibat tembakan. Serpihan kaca berserakan di jalan Tulang Bawang Barat,  sementara warga hanya bisa menyaksikan dengan rasa takut dan panik.

Tulangbawang Barat, Kabarlampung.co – Dentuman senjata api kembali memecah ketenangan siang hari di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sebuah truk pengangkut uang dirampok secara brutal di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaku dengan berani menembaki kendaraan di ruang publik dan membawa kabur Rp800 juta, memunculkan pertanyaan serius soal keamanan wilayah.

Aksi nekat itu terjadi di jam sibuk, di kawasan pemukiman warga. Dalam video yang beredar luas, terlihat jelas kaca pintu kanan truk bernomor polisi BE-8247-QM hancur akibat tembakan. Serpihan kaca berserakan di jalan, sementara warga hanya bisa menyaksikan dengan rasa takut dan panik.

“Mobil truk kena tembak, uang setengah miliar lebih dibawa kabur,” ujar perekam video di lokasi kejadian. Suaranya bergetar, mencerminkan kengerian warga yang tak menyangka kejahatan bersenjata bisa terjadi terang-terangan tanpa perlawanan berarti.

Ironisnya, perampokan ini terjadi tanpa adanya pengawalan bersenjata, meski truk diketahui membawa uang dalam jumlah besar. Kondisi ini memantik kritik publik: bagaimana mungkin distribusi dana ratusan juta rupiah dilakukan tanpa sistem pengamanan memadai di wilayah yang rawan kriminalitas?

Kabid Humas Polda Lampung membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan polisi telah turun tangan. Namun hingga berita ini diturunkan, pelaku masih bebas berkeliaran. Aparat kepolisian masih melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta memburu pelaku yang diduga beraksi secara terencana dan profesional.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan daerah, khususnya pengawasan aktivitas kriminal bersenjata di Lampung. Keberanian pelaku melepaskan tembakan di ruang terbuka menandakan rendahnya efek gentar terhadap aparat dan lemahnya deteksi dini kejahatan.

Warga berharap pengungkapan kasus ini tidak berakhir sebagai statistik semata. Lebih dari sekadar menangkap pelaku, publik menuntut evaluasi serius pola pengamanan distribusi uang dan kehadiran aparat di titik-titik rawan, agar kejadian serupa tak terus berulang dan rasa aman masyarakat benar-benar terjaga.(*)