
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Keceriaan Minggu pagi berubah menjadi duka mendalam di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara. Seorang pelajar SMA berusia 16 tahun, Tomi bin Bustomi, meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Berudan yang tengah meluap, Minggu (8/2/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu berenang bersama dua temannya di pinggiran aliran sungai yang debit airnya meningkat akibat luapan. Diduga korban terseret arus deras hingga akhirnya tenggelam dan menghilang dari permukaan air.
Dua rekan korban, Tama (16) dan Dendi (16), yang menyaksikan kejadian tersebut langsung meminta pertolongan warga. Kepanikan pun tak terhindarkan, sementara arus sungai yang kuat menyulitkan upaya penyelamatan awal.
Mendapat laporan warga, Kapolsek Muara Sungkai IPTU Darwis, bersama unsur Camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat, segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif.
“Korban diketahui berenang di sungai yang sedang meluap. Pencarian dilakukan menyisir aliran sungai, selama dua jam” ujar Kapolsek Muara Sungkai.
Setelah hampir dua jam pencarian, harapan keluarga akhirnya runtuh. Pada pukul 12.17 WIB, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tak jauh dari lokasi awal korban tenggelam. Suasana duka menyelimuti lokasi, tangis keluarga pecah saat jenazah korban dievakuasi ke darat.
Korban diketahui merupakan pelajar SMA kelas XI, warga Desa Banjar Negeri, dan dikenal aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman sekolah, dan warga desa.
Atas kejadian ini, Kapolsek Muara Sungkai kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.
“Kami mengimbau warga untuk tidak mandi atau berenang di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi air sedang meluap, demi menghindari kejadian serupa,” tegas IPTU Darwis.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan bahaya sungai saat debit air meningkat, sekaligus duka mendalam bagi Lampung Utara atas hilangnya satu generasi muda akibat musibah tragis.(Adi/Ridho)