Hadiah Ulang Tahun ke-62 di Panggung Nasional: Bupati Lampung Utara Sabet Trophy Abyakta di HPN 2026

oleh
oleh
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menerim Trophy Abyakta, anugerah bergengsi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, tepat bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-62, Senin (9/2/2026).

Banten, Kabarlampung.co  Momen puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi panggung istimewa bagi Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis. Ia menerima Trophy Abyakta, anugerah bergengsi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, tepat bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-62, Senin (9/2/2026).

Trophy Abyakta merupakan penghargaan khusus yang diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

Penghargaan ini sekaligus menempatkan Lampung Utara sebagai salah satu daerah yang berhasil mengangkat nilai-nilai lokal ke panggung nasional.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas capaian Hamartoni Ahadis. Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya milik Lampung Utara, tetapi juga membawa nama baik Provinsi Lampung di tingkat nasional.

“Saya mengapresiasi anugerah yang diraih Bupati Lampung Utara. Ini menjadi komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Lampung,” ujar Gubernur yang akrab disapa Yai Mirza.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung tengah gencar mendorong penguatan sektor kebudayaan. Capaian Lampung Utara dinilainya selaras dengan arah pembangunan kebudayaan yang tengah digalakkan di tingkat provinsi.

“Apa yang diraih Lampung Utara sejalan dengan upaya yang sedang kita lakukan bersama. Terima kasih, dan mari kita terus berkomitmen melestarikan budaya Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menyampaikan rasa terima kasih kepada PWI Pusat atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa anugerah tersebut menjadi penguat semangat bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga warisan budaya Lampung.

“Penghargaan ini menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan kebudayaan Lampung,” ujar Hamartoni.

Pria kelahiran Kotabumi,  9 Februari 1964 itu, mengatakan,  Lampung Utara memiliki kekayaan budaya yang harus terus dikembangkan, mulai dari tari adat, sastra, aksara Lampung, hingga kerajinan kain tapis yang menjadi identitas masyarakat.

Penghargaan Trophy Abyakta diraih Lampung Utara setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, dengan mengangkat tradisi adat Cangget Bakha sebagai representasi budaya daerah. Tradisi ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya Lampung yang sarat nilai kebersamaan, sakralitas, dan jati diri masyarakat.

Cangget Bakha bukan sekadar tarian adat, melainkan simbol identitas masyarakat Lampung Utara. Tradisi ini lazim digelar pada malam bulan purnama usai panen raya, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga.(Adi/Rido).