Evaluasi Setahun, Lampung Utara Hadapi Tantangan Pembangunan

oleh
oleh
Bupati Hamartoni Ahadis memaparkan capaian kinerja pembangunan dalam forum refleksi yang digelar di Gedung Pusiban.

Lampung Utara, Kabarlampung.co -Satu tahun memimpin Kabupaten Lampung Utara, Bupati Hamartoni Ahadis bersama Wakil Bupati Romli memaparkan capaian kinerja pembangunan dalam forum refleksi yang digelar di Gedung Pusiban.

Refleksi tersebut menjadi momentum evaluasi perjalanan pemerintahan sejak pelantikan pada 20 Februari 2025 hingga 20 Februari 2026. Di hadapan jajaran pejabat daerah dan para undangan, berbagai indikator pembangunan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Lampung Utara tercatat meningkat dari 4,10 persen pada 2024 menjadi 5,12 persen pada 2025. Angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan dari 16,92 persen menjadi 15,78 persen atau berkurang sekitar 6.920 jiwa. Tingkat pengangguran terbuka turut menurun tipis menjadi 5,78 persen.

Tak hanya itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat dari 68,62 menjadi 71,62. Pemerintah daerah menyebut capaian tersebut sebagai wujud komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Di sektor kesehatan, pembenahan dilakukan di RSUD Ryacudu melalui peningkatan standar pelayanan, penguatan sumber daya manusia, serta perbaikan sarana dan prasarana. Program Puskesmas Mider juga dinilai efektif menjangkau masyarakat pedalaman yang sebelumnya kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

Pada bidang pendidikan, program seragam sekolah gratis telah menyasar lebih dari 15 ribu siswa baru tingkat SD dan SMP, dengan target lebih dari 22 ribu penerima pada 2026. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya agar tidak ada anak yang tertinggal pendidikan hanya karena persoalan biaya.

Selain itu, terdapat program beasiswa bagi anak berprestasi, akselerasi kemudahan administrasi di tingkat kecamatan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta kemudahan akses pelayanan administrasi kependudukan hingga ke pelosok desa.

Sementara di sektor pertanian, Lampung Utara kini menempati posisi kedua sebagai penghasil ubi kayu terbesar di Provinsi Lampung. Capaian tersebut memperkuat peran daerah sebagai penopang komoditas unggulan di tingkat provinsi.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, pemerintah daerah mengakui pembangunan infrastruktur belum berjalan maksimal. Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk pembangunan jalan poros desa dan kecamatan yang membutuhkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi gambaran capaian sekaligus tantangan ke depan. Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk terus mengoptimalkan program pembangunan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara secara berkelanjutan. (Ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.