
Lampung Utara, Kabarlampung.co — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan. Seekor sapi berukuran jumbo dengan bobot nyaris satu ton dipastikan terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, melanjutkan tradisi bantuan yang selalu dinanti masyarakat.
Peninjauan dilakukan pada Senin sore, 27 April 2026, di Dusun Wonogiri, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan. Kehadiran Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menjadi bagian dari proses akhir seleksi yang dikenal ketat, memastikan hewan kurban benar-benar memenuhi standar nasional.
Perhatian langsung tertuju pada sapi jenis Limosin Brangus dengan tubuh kekar dan bobot mendekati 1 ton. Kondisinya dinilai sangat prima, dengan perawatan optimal yang menjadikannya unggul dibanding kandidat lainnya.
Hamartoni menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara serius dan menyeluruh. Ia mengatakan, “Kami memastikan sapi yang dipilih benar-benar memenuhi syarat, bukan hanya besar bobotnya, tetapi juga sehat, layak, dan sesuai standar sebagai hewan kurban Presiden.” Ujar Bupati.
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Utara, M. Rezki, menjelaskan bahwa sapi terpilih memiliki bobot hampir 920 kilogram dan menjadi yang terbaik dari seluruh kandidat.
M. Rezkienyebutkan, “Penilaian kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan, struktur tubuh, hingga pola perawatan. Sapi ini paling memenuhi kriteria dibanding kandidat lain dan dinyatakan layak sebagai hewan kurban bantuan Presiden.” Ungkapnya
Sapi tersebut merupakan milik Masmudi, peternak asal Wonogiri, Kelapa Tujuh. Ia mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya sapi peliharaannya.
Masmudi menuturkan, “Perawatan kami lakukan hampir satu tahun penuh, mulai dari pakan, kebersihan kandang, sampai kontrol kesehatan. Alhamdulillah hasilnya bisa terpilih sebagai sapi kurban Presiden.” Ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus mengulang capaian tahun sebelumnya. Pada Idul Adha 1446 Hijriah, Presiden juga menyalurkan hewan kurban ke Lampung Utara berupa sapi jenis Simental dengan bobot mencapai 1 ton. Sapi tersebut dipotong di Masjid Baitu Abidin Islamic Center Kotabumi usai pelaksanaan salat Idul Adha pada Jumat, 6 Juni 2025.
Sapi kurban tahun lalu diketahui berusia sekitar 4 tahun dan dibeli dari peternak lokal, Putu Wawan Saputra, yang berasal dari Desa Semuli Raya, Kecamatan Abung Semuli. Hal ini memperkuat peran peternak daerah sebagai penyedia ternak berkualitas yang mampu memenuhi standar bantuan tingkat nasional.
Tradisi penyaluran hewan kurban presiden ini tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan di Lampung Utara terus berkembang. Dari tahun ke tahun, kualitas ternak yang dihasilkan semakin meningkat dan mampu bersaing.
Selain itu, keberadaan sapi kurban berukuran besar membawa dampak sosial yang signifikan. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya bagi warga yang membutuhkan.
Momentum ini menjadi dorongan kuat bagi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya. Dengan perawatan yang tepat dan manajemen yang baik, peluang untuk menembus program bantuan nasional terbuka lebar.
Dari kandang sederhana di pelosok kelurahan, kembali lahir kebanggaan besar bagi Lampung Utara. Sebuah bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu menghasilkan ternak unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat luas. (Adi/Ridho)







