,

Konflik Timur Tengah Memanas, Lampung Utara Imbau Jemaah Tunda Umrah

oleh
oleh
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Utara mengeluarkan imbauan agar calon jemaah menunda keberangkatan umrah untuk sementara waktu.

Lampung Utara, Kabarlampung.co – Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah negara kawasan tersebut.

 

Menyikapi kondisi itu, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Utara mengeluarkan imbauan agar calon jemaah menunda keberangkatan umrah untuk sementara waktu.

 

“Kami keluarkan imbauan ini demi faktor keselamatan jemaah,” kata Kepala Kantor Haji dan Umrah Lampung Utara, Feryza Agung, Rabu (4/3/2026).

 

Menurutnya, hingga kini sejumlah bandara di kawasan Timur Tengah sempat menutup penerbangan dari dan menuju wilayah terdampak konflik.

 

Meski demikian, Agung memastikan sebanyak 21 jemaah asal Lampung Utara yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci dalam kondisi aman.

 

“Saat ini ada 21 jemaah asal Lampung Utara yang sedang umrah di Tanah Suci,” ujarnya.

 

Puluhan jemaah tersebut berangkat melalui biro perjalanan Alazhar Wisata Suci Cabang Lampung.

 

Kepala Alazhar Wisata Suci Lampung, Neli Farhataini, memastikan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan tetap menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal.

 

“Alhamdulillah sejauh ini semua jemaah aman dan sehat. Kami berharap hingga kepulangan nanti tidak ada kendala,” kata Neli saat dihubungi via telepon.

 

Ia menjelaskan, program umrah tersebut merupakan paket 30 hari selama Ramadan, dengan jadwal keberangkatan 22 Februari hingga 23 Maret 2026.

 

Neli juga menyebut beberapa bandara seperti di Qatar, Dubai, dan Mesir telah kembali membuka operasional penerbangan. Namun, bandara yang berada di wilayah terdampak langsung konflik masih belum sepenuhnya beroperasi.

 

Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri setempat menjamin kondisi keamanan di wilayahnya tetap terkendali.

 

Penerbangan langsung rute Jakarta–Jeddah–Madinah yang dilayani maskapai seperti Garuda Indonesia, Saudia, dan Lion Air juga dipastikan tidak melewati jalur konflik. (Ridho)